Kondisi Michael Schumacher Tidak Baik, Fans Khawatir

  • Jumat, 12 Februari 2016 15:30 WIB

Mantan presiden Ferrari, Luca di Montezemolo (kanan) membawa kabar kurang baik tentang kondisi Michael Schumacher | mo-web.de

Eropa – Sampai kini kondisi mantan juara dunia F1 7 kali Michael Schumacher masih belum jelas, setelah mengalami trauma kepala saat bermain ski akhir tahun 2013. Mantan presiden Ferrari menyebut kondisi Schumi tidak baik, fans-nya pun khawatir.

Schumi, yang mengalami masa kejayaan di tim Ferrari itu, jatuh ketika bermain ski bersama anaknya, Mick di resor ski Maribel yang terletak di pegunungan Alpen, Prancis. Ia jatuh dan kepalanya kebentur batu.

Ia mengalami cedera kepala parah yang mengancam kehidupannya. Ia sempat koma selama enam bulan. Kini ia dirawat di rumahnya, agar lebih privasi selama menjalani proses penyembuhan.

Alhasil tidak diketahui secara pasti bagaimana kondisi Schumi sebenarnya saat ini. Bahkan mantan manajer bisnisnya, Willi Weber pun dilarang bertemu.

Baru-baru ini muncul kabar di Daily Mail dan Daily Express, yang menduga pihak keluarga Schumi sudah menghabiskan uang sekitar Rp 150 miliar setahun untuk biaya pengobatan. Diperkirakan seminggu keluar uang Rp 2,8 miliar.

F1 fans Michael Schumacher
Para penggemar Michael Schumacher terus memberi dukungan sejak pembalap idolanya ini masuk rumash sakit dan selalu menanti kabar terbaik

“Saya terus diberi tahu tentang status Schumacher, dan sayangnya itu tidak baik,” kata mantan presiden Ferrari, Luca Cordero di Montezmolo baru-baru ini. Ia salah satu dari beberapa orang yang mengetahui rahasia kondisi pembalap F1 legendaris itu.

Jumlah uang segitu mungkin sangat kecil bagi keluarganya yang terus berharap dan berdoa untuk kesebuhannya. Mengingat karier panjang Schumi sebagai pembalap ternama.

Tidak ada perincian lebih detail mengenai kondisi Schumi, selain kata ‘tidak baik’ dari Luca di Montezemolo. Para penggemar Schumi khawatir.

Keep fighting Michael. (otomotifnet.com)

Reporter : fendi
Editor : fendi

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×