Ngopi Bareng Pembalap Demas Agil. Pemilik Online Store Yang Tak Punya Hobi

  • Minggu, 12 Maret 2017 16:30 WIB

Demas Agil saat ikut slalom di tim NFT, tahun ini akan membela TTI | Fendi

Jakarta – Kiprahnya di balap Indonesia terjadi karena terpengaruh lingkungan. Waktu kecil, sering diajak oleh orangtua nonton off-road. “Itu awal kesukaannya. Pertama balap justru bukan off-road tapi malah gokart,” ucapnya. Perkembangan dari balap membuat dirinya membuka toko online. Itupun terjadi secara tidak sengaja. (Otomotifnet.com)

Biodata
Nama    : Demas Agil
Tempat, Tanggal lahir    : Jakarta, 23 Maret 1992
Balap    : Slalom

Otonet    : Kapan mulai balap?
Demas    : Awal sekali sekitar 2004, waktu itu itu gokart. Tahun berikutnya, 2005 masih gokart tapi terus berhenti, karena sempat kecelakaan dan patah tangan. Dilanjutkan lagi 2007, waktu itu masih kelas 3 SMP. Mulai belajar slalom dan sudah ikut kejurnas. Akhirnya terus slalom sampai saat ini, tapi sempat juga ikut yang lain. Awal gokart juga lucu, karena waktu itu belum cukup tinggi pakai mobil. Jadi gokart dulu. 

Otonet    : Ikut balap, apakah terpengaruh dari orangtua?
Demas    : Benar. Karena waktu itu orangtua ikut off-road, jadi suka diajak. Mulailah suka dengan off-road dan balap. Awalnya juga main gokart di Speedy Karting, Pancoran. Sampai ikut kejuaraan, lama-lama ikut serius di Sentul.

Otonet    : Sampai sekarang sudah balap apa saja?
Demas    : Rasanya untuk roda empat semua sudah. Slalom, turing, drifting, adventure off-road, speed off-road, drag race. Yang belum pernah ya balap motor. Dulu sih pernah mau tapi tidak boleh. Kalau sekarang memang tidak mau. Hehehe

Otonet    : Balap apa yang paling berkesan?
Demas    : Waktu ikut gymkhana di Taiwan tahun lalu. Mobilnya beda dengan Indonesia, disana setir kiri. Selain itu juga matic dan tidak pakai rem tangan. Berkesan karena tanpa latihan, tapi bisa juara 3. Bawa bendera Indonesia ke podium. Selain itu, pengalamannya head to head dengan Tetsuya Yamano. Dia itu jagoan balap dari Jepang. Pernah juara 3 kali berturut-turut dengan mobil dan tim berbeda. Dan dia ini jago banget. Patokannya, Demas kalah sekitar 0,2-0,4 detik dibanding pembalap lain, tapi dengan Yamano ini bisa kalah sampai 0,7 detik. Itu spek mobil sama, sampai bingung gimana cara balapnya itu pembalap. 

Otonet    : Balap apa yang paling diinginkan?
Demas    : Ada tiga. V8 Supercar, WTCC dan SuperGT Jepang. Semuanya turing, padahal saat ini balapnya slalom. Tiap kejuaraan itu punya karakter yang beda-beda. V8 Supercar punya kemasan yang menarik. WTCC jelas jenjang dunia dan mobil-mobilnya. Kalau SuperGT lebih ke persaingannya. 

Demas Agil
Demas Agil pernah mengikuti serius beberapa ajang balap

Otonet    : Apakah balap jadi salah satu hobi?
Demas    : Bukan, balap bukan jadi hobi, tapi pekerjaan. Sebenarnya sih enggak punya hobi, justru sekarang lagi pingin punya hobi. Ngincernya sih grasstrack, karena takut untuk jumping-jumping. Soalnya kalau jumping, mendarat salah bisa fatal. Balap dianggap jadi pekerjaan, karena sejak mulai slalom mulai berpikir untuk berprestasi dan menghasilkan uang, jadi tidak memberatkan orangtua. Sekitar 2009 sudah mulai bisa lepas dari orangtua walaupun waktu itu belum terlalu besar (bayarannya-red). 

Otonet    : Sekarang sudah punya usaha sendiri, namanya apa? apa sih dasar pembukaannya?
Demas    : Namanya Demas Multistore, dan di kelola sendiri. Toko ini khusus menjual barang-barang untuk balap. Setir, safetybelt, dan lainnya. Awalnya sih tidak sengaja. Waktu dulu mau ikut FD (Formula Drift), jadi mulai pesen-pesen barang dan masukin sendiri. Ternyata teman-teman banyak yang tanya dan minta masukin. Waktu awal sih enggak bonafide deh (sambil diselingi tertawa-red) karena konsumen pesan dan harus bayar dulu, jadi enggak ada stok. Biar lebih profesional, sekarang akhirnya stok barang, terutama yang fast moving

Otonet    : Bagaimana melihat usaha ini, karena peminatnya sangat terbatas dan Demas pemain baru?
Demas    : Cukup dan sangat bagus kok. Jujur saja, sebenarnya cukup terbantu dengan tutupnya salah satu toko yang main barang-barang balap juga. Selama masih ada balap, maka bisnis seperti ini pasti bisa jalan asal bisa menjaga barang dan konsumen. Sebagai pemain baru, tentu harus banyak inovasi. Salah satunya dengan memotret para konsumen setelah belanja.

Otonet    : Seberapa pengaruh sosial media terhadap bisnis yang dijalankan?
Demas    : Sangat berpengaruh. Karena sekarang setiap pembalap pasti punya sosial media. Nah, kita manfaatkan hal-hal itu. Selain itu, permainan hashtag di sosial media juga pengaruh banget. Kalau cuma posting, ‘nyangkut’nya enggak banyak, tapi kalau pakai hashtag bisa cukup banyak. 

Otonet    : Selain balap, olahraga apalagi yang diikuti?
Demas    : Ikut gym. Kira-kira dua sampai tiga minggu sebelum lomba pasti gym. Alasannya sepele kok, cuma biar kelihatan bagus kalau pas foto. Kalau terlalu ‘cungkring’ kan enggak bagus juga pas foto. Hehehehe. 

 

Reporter : toncil
Editor : toncil

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×