Munas Panas. Prasetyo Edi Marsudi Keluar Dari Sidang Tapi Tidak Mundur

  • Sabtu, 19 Desember 2015 06:45 WIB

Prasetyo Edi Marsudi memberi keterangan mengenai aksi walk out kubunya di Munas VIII PP IMI di hotel Borobudur (18/12) | Agus Salim

Munas Panas IMI. Prasetyo Edi Marsudi Keluar Dari Sidang Tapi Tidak Mundur

Calon ketua umum PP IMI, Prasetyo Edi Marsudi dan pendukungnya melakukan walk out saat digelar musyawarah nasional Ikatan Motor Indonesia di hotel Borobudur, Jakarta (18/12).

Ada banyak hal yang dikemukakan Prasetyo dan para pendukungnya mengenai tindakan yang mereka lakukan.

“Bagaimana musyawarah nasional, di tata tertibnya memilih orang secara terbuka? Di mana? Saya ini orang politik. Memilih ketua umum atau cabang saja tertutup. Baru kali ini (pemiihan terbuka),” tutur Pras, sapaan Prasetyo Edi Marsudi.

Ia menyorot tata tertib sidang pemilihan ketua PP IMI yang dinilai tidak fair.

“Tata tertib memilih ketua, dilakukan secara terbuka. Kalau memilih ketua secara terbuka, saya dan Ikin (Sadikin Aksa) kan berantem. Massanya Ikin dan saya dibuat berhadapan,” terangnya.

“Dari awal sudah kelihatan bahwa ini sudah disetel. Anda lihat tanda tangan darah dari mana, itu kan tim penjaringan,” ujar Pras.  

Untuk itu ia akan menempuh jalur hukum ke Badan Arbritase Olahraga Indonesia (BAORI).

“Belum mundur cuma keluar dari munas,” lanjutnya.

Sementara itu, Agung Nugroho S.E., Ketua IMI Riau, yang bertindak sebagai juru bicara Pras mengungkapkan pemilihan secara terbuka agar rekan-rekannya yang sudah memberi surat dukungan untuk Sadikin Aksa tidak lari memilih Pras.

Reporter : Iday
Editor : Haryadi Hidayat

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×