Senin,6 Maret 2017 14:00 WIB

Penulis: Safarianshah

Sadis, Tegur Pemotor Berknalpot Bising, Rian Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal

Foto: Humas Polres Brebes

Rian taktertolong setelah dianiaya akibat menegur pemotor dengan knalpot bising di Brebes, Jateng (5/3)

BREBES - Menegur pemotor yang berknalpot bising, Muhammad Rian Irnandi (24) tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhakti Asih akibat ditusuk pada bagian dada kiri oleh orang tak dikenal, Minggu malam (5/3/2017).

Korban penganiayaan asal Banjaratma, Bulakamba, Brebes iini merasa terganggu saat ada orang tak dikenal membuat suara bising berasal dari knalpot motornya.

Dilansir Tribunnews.com, Rian bersama empat rekannya nongkrong di pinggir jalan raya Banjaratma, di muka studio musik, Minggu malam.

"Rian dan para rekannya merasa terganggu dengan suara knalpot sepeda motor yang melintas. Sempat ditegur juga. Ada empat unit sepeda motor, jumlah penumpang delapan orang," jelas Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistiawan dalam keterangan pers, Senin (6/3/2017).

Berdasar keterangan saksi mata, sempat terjadi cekcok kemudian perkelahian. "Salah satu pelaku mengambil pisau lipat dari saku jaket dan menusukkannya ke dada Rian," imbuh Luthfie.

Rian pun tersungkur ke tanah. Ia ditolong empat rekannya, kemudian dibawa ke rumah Rian. Para pelaku pun melarikan diri.

Setiba di rumah, keluarga Rian langsung melarikan Rian ke RS Bhakti Asih. Sayang, nyawanya tak tertolong. Rian meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Kami sudah mengantongi identitas pelaku” kata Luthfie.
Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penusukan tersebut.

Sebelumnya, seperti dilansir dari hukumonline.com, tetangga atau warga sekitar bisa melaporkan pemotor yang membuat bising di lingkungan sekitar. 

Maka itu pengendara sebaiknya tidak membunyikan knalpot motor atau mobil yang membuat bising warga sekitar.

Pasal 299 ayat (4) RUU KUHP memuat ancaman pidana terhadap ‘setiap orang yang membuat hingar bingar atau berisik tetangga sehingga ketenteraman malam hari terganggu’.

Ancaman pidananya memang hanya berupa pidana denda, tetapi sangat mungkin dijadikan sebagai payung hukum untuk mempersoalkan tetangga yang gemar membunyikan knalpot motor kencang-kencang di malam hari.

Rumusan ini termasuk tindak pidana gangguan terhadap ketertiban dan ketenteraman umum.

Uniknya, ancaman pidana karena membuat hingar bingar atau berisik tetangga masuk paragraf tentang memasuki rumah dan pekarangan orang lain.

Pasal 299 ayat (4) RUU KUHP tampaknya merupakan perumusan ulang dari Pasal 503 KUHP, yang masuk kategori pelanggaran. Pasal 503 angka 1-e mengancam pidana kurungan dan denda ‘barangsiapa membuat riuh atau ingar, sehingga pada malam hari waktunya orang tidur dapat terganggu’.

Pada bagian penjelasan RUU KUHP, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai Pasal 299 ayat (4).

Padahal, masih dibutuhkan penjelasan tentang batas ‘hingar bingar atau berisik’.

Misalnya, apakah termasuk suara musik keras-keras dari rumah tetangga, atau musik dari pesta. (Otomotifnet.com)

EDITOR

Haryadi Hidayat

Top