Panduan Servis Tahun Pertama All New Honda Scoopy Terjangkau Banget

  • Sabtu, 20 Mei 2017 11:00 WIB

Panduan Servis Tahun Pertama All New Honda Scoopy Terjangkau Banget | Salim/otomotifnet

Jakarta - All New Honda Scoopy yang kini pakai pelek ring 12 inci ternyata enggak nyusahin saat melakukan perawatan.

Pastinya mirip dengan perlakuan dan biaya servis All New Honda BeAT yang mengusung teknologi eSP. Yuk lihat perawatan mesin 108,2 cc-nya di tahun pertama. Fariz

Service 1.000 km

Servis pertama dilakukan pada 1.000 km pertama, belum banyak yang diganti hanya oli mesin saja.

“Ini untuk membersihkan sisa serbuk metal saat proses perakitan mesin,” buka Timbul Suwardi selaku Workshop Head dari Honda Wahana – Gunung Sahari.
 
Selesai mengganti oli mesin pengecekan berlanjut pada putaran stasioner mesin, sistem rem, mur, baut, pengencang dan bersihkan saringan kasa oli mesin.

Servis pertama ini jasa servis dan oli mesin gratis, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. 

Servis 4.000 km

Servis berikutnya di 4.000 km, penggantian masih sama hanya oli mesin saja. Namun di servis kedua ini hanya gratis jasa servis saja, sedangkan olinya harus beli sendiri. Olinya ada 2 pilihan, yaitu MPX 2 semi sintetik harga Rp 39.500 dan SPX 2 full sintetik dengan harga Rp 47.500.

undefined
Oli SPX 2 full sintetik punya umur sama namun akselerasi lebih responsif

“Oli sintetik dan semi sintetik sama saja umur pakainya, yang membedakan yaitu oli sintetik membuat akselerasi mesin lebih responsif,” ujar Yuswan salah satu mekanik di Honda Wahana – Gunung Sahari. Tidak lupa oli sintetik juga membuat suhu mesin lebih terjaga.

undefined
Penggantian busi di 8.000 km

Setelah itu lanjut ke pemeriksaan lainnya seperti pemeriksaan saluran bahan bakar, cara kerja gas tangan, membersihkan pernapasan bak mesin, periksa minyak rem, keausan kampas rem, switch lampu rem, arah sinar lampu depan, periksa standar samping, suspensi dan roda termasuk ban. 

undefined
Combi brake perlu disetel jika pengereman terasa tidak merata

Servis 8.000 km

Servis ketiga mulai banyak penggantian part selain oli mesin tentunya.

“Ganti oli gardan tiap 2 kali ganti oli mesin, jangan sampai telat karena kalau lewat genangan bisa saja gearbox kemasukan air.  

Tandanya yaitu warna oli menjadi putih seperti susu,” lanjut Yuswan. Pada kilometer ini busi juga sudah perlu diganti, murah kok cuma Rp 17.500 saja.

undefined
Oli gardan ganti tiap dua kali ganti oli mesin atau 8.000 km

Servis 12.000 km

Servis yang meskipun hanya mengganti oli mesin, tapi ada bagian lain yang patut diperiksa.

“Di kilometer ini filter udara perlu diperiksa, meskipun batas umur pemakaiannya di 16.000 km tapi bisa saja di kilometer ini sudah sangat kotor karena pemakaian yang rutin dan kondisi cuaca yang berdebu,” papar Rahman Setiawan kepala mekanik di sana.

undefined
Kampas rem masih sama dengan generasi sebelumnya

Total biaya yang perlu dikeluarkan dalam jangka waktu 1 tahun jika memakai oli mesin MPX 2 adalah Rp 148.000, sedangkan Rp 172.000 jika pakai oli mesin full synthetic SPX 2, terjangkau banget kan?

Honda Wahana – Gunung Sahari : 021-6012070

Tabel Harga:

Servis 1.000 km:
Jasa servis: Gratis
Oli mesin: Gratis
Total: Gratis

Servis 4.000 km:
Jasa servis: Gratis
Oli mesin: MPX 2 Rp 39.500 / SPX 2 Rp 47.500
Total: Rp 39.500 / Rp 47.500

Servis 8.000 km:
Jasa servis: Gratis
Oli mesin: MPX 2 Rp 39.500 / SPX 2 Rp 47.500
Oli gardan: Rp 12.000 
Busi: Rp 17.500
Total: Rp 69.000 / Rp 77.000

Servis 12.000 km:
Jasa servis: Gratis
Oli Mesin: Oli mesin: MPX 2 Rp 39.500 / SPX 2 Rp 47.500
Total: Rp 39.500 / Rp 47.500

Total biaya setahun Rp 148.000 atau Rp 172.000

Tabel Pengecekan:

Periksa saluran bahan bakar
Periksa cara kerja gas tangan
Periksa cara kerja kunci rem
Periksa baterai
Bersihkan pernapasan bak mesin
Bersihkan saringan kasa oli mesin
Periksa putaran stasioner mesin
Periksa minyak rem
Periksa keausan kampas rem
Periksa sistem rem
Periksa switch lampu
Periksa arah sinar lampu lampu depan
Periksa standar samping
Periksa suspensi
Periksa mur, baut, pengencang
Periksa roda/ban
Periksa bearing kepala kemudi

Reporter : Otomotifnet.com
Editor : Dimas Pradopo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×