Test Ride BMW R 1200 GS Adventure, Paket Lengkap Buat Pecinta Turing!

  • Rabu, 8 Maret 2017 12:25 WIB

Test Ride BMW R 1200 GS Adventure | Salim/otomotifnet

Jakarta -  Salah satu motor yang bertengger di top of mind para pecinta moge turing di dunia juga di Indonesia ini tentu saja bikin penasaran. Dan asyiknya, unit tes BMW R 1200 GS Adventure milik BMW Motorrad – Maxindo Moto ini available buat OTOMOTIF jajal.

Pasti penasaran kan seperti apa impresi badak yang dijual Rp 737 juta dalam kondisi off the road ini? Simak terus! Tim OTOMOTIF

Desain

Dibanding dengan BMW R 1200 GS, versi Adventure ini memang lebih besar, terutama ketika dilihat dari bagian depan, mesin boxer 2 silinder dan tangki berkapasitas 30 liter cukup membuat paha membuka lebar.

Sedang di belakang justru terlihat kecil karena minus side dan top box. Mau pasang? Dudukannya sudah tersedia lengkap. Sepatbor belakang memang mungil, tapi tak perlu khawatir cipratan kotoran, karena ada sepatbor tambahan yang menempel pada single side swing arm.

Test Ride  BMW R 1200 GS Adventure
 

Fitur

Wah, untuk yang satu ini kalau dipaparkan secara detail, satu halaman di OTOMOTIF enggak cukup bro! Kita highlight saja ya.. Sebagai motor adventure motor ini dibekali 5 pilihan riding mode, traction control, ABS, cruise control sampai hazard ada, lalu ada juga auto lamp dan foglamp.

Agar tetap nyaman saat riding dalam kondisi dingin seperti saat hujan, grip heater yang punya 2 tingkat panas sudah tersedia. Motor ini dilengkapi dengan windshield adjustable, masih manual dengan cara memutar knob.

Untuk menyalakan, tidak lagi dibutuhkan anak kunci karena sudah pakai keyless. Membuka dan mengunci setang cukup tekan dan tahan tombol yang berada di dekat. Sedang untuk isi bensin, harus dalam kondisi kelistrikan off, baru tutup tangki bensin bisa terbuka dengan cara mengangkat tuasnya.

Spidometernya besar kombinasi perpaduan analog dan digital. Penunjuk kecepatan dan penujuk rpm dibuat analog dengan namun tetap jelas terlihat. Bagian digital dibagi menjadi 3, yang pertama ada fuelmeter, posisi gigi, mode berkendara dan jam.

Info lain ada odometer, tripmeter, range fuel, fuel consumption, speed average, tire pressure, oil level, suhu udara dan suhu mesin. Oiya ketika pertama kali menyala spidometer akan menunjukan tanggal bulan dan tahun terakhir kali motor diservis dan berapa kilometer lagi motor harus kembali melakukan servis.

Test Ride  BMW R 1200 GS Adventure
Suspensi elektroniknya bisa diatur melalui saklar di sisi kiri ini

Handling & Riding Position

Tinggi jok yang mencapai 910 mm membuat tester dengan postur 168 cm berubah menjadi ballerina, hehe… Tapi tenang kalau mau low seat tersedia dalam bentuk aksesori resmi.

Meski jinjit, namun terbayar dengan kenyamanan berkendara yang diberikan. Seperti setang fatbar yang tinggi dan lebar membuat posisi berkendara tegap juga rileks. Joknya punya busa tebal dijamin nyaman duduk seharian selama perjalanan.

Handling terbilang istimewa, tester yang punya bobot 57 kg masih bisa mengendalikan motor yang punya bobot basah mencapai 260 kg ini. Diajak meliuk nurut, enggak kaku ataupun ngebuang saat bermanuver.

Sepertinya dengan desain mesin boxer membuat motor ini punya center of gravity yang baik, bahkan ketika fitur cruise control aktif lalu tangan lepas dari kemudi pun motor tetap berjalan lurus tidak ke kanan ataupun kiri. Stabil banget!

Selain itu untuk menyesuaikan dengan bobot pengendara dan kondisi jalan, suspensi elektroniknya bisa diatur melalui saklar di sisi kiri. Pilihannya ada soft, normal dan hard yang bisa dipilih dalam kondisi motor melaju jadi gak perlu ribet lagi deh.

Ada juga pilihan untuk menyesuaikan bobot lainnya seperti ketika riding sendiri, dilengkapi box atau berboncengan. Setingan ini akan mengatur ketinggian suspensi motor agar tidak amblas. 

Lalu yang juga istimewa adalah konstruksi suspensi depannya yang disebut telelever suspension khas BMW. Lembut dan nyaman banget tapi tetap tenang saat menikung kencang. Top!

Test Ride  BMW R 1200 GS Adventure
 

Performa

Boxer engine berkapasitas 1.170 cc ini ternyata sangat bersahabat dengan kaki. Sama sekali tidak terasa panas baik di paha ataupun betis, ternyata karena kipas radiator membuang hawa panas melalui sisi samping tangki bahan bakar.

Dibekali 6 percepatan tiap perpindahan giginya sedikit kasar, karena selalu ada bunyi keras seperti “bletak” dan belum dilengkapi quickshifter.

Totalnya ada 5 pilihan mode berkendara ada Rain, Road, Dynamic, Enduro dan Enduro Pro yang berhubungan dengan ASC (Automatic Stability Control) juga ESA (Electronic Suspensions Adjustmen) jadi karakter suspensi juga akan menyesuaikan dengan mode berkendara yang dipilih.

Pada mode Rain respon mesin menjadi lebih halus membantu pengendara ketika berkendara hujan dengan minim grip. Mode Road cocok untuk berkendara santai dan sesekali ingin bejek gas, karena bukaan gas terasa lebih linear.
 
Lalu mode Dynamic menonjolkan sisi sporty dari motor adventure ini. Bukaan gas terasa sangat responsif dengan klaim tenaga maksimum 125 dk dan torsi 125 Nm 6.500 rpm. Pakai mode ini, badan terasa ditarik motor jika gas dipuntir.

Test Ride  BMW R 1200 GS Adventure
 

Sedang Enduro yang pas dipakai untuk berkendara off-road. Mau yang lebih mantap pilih mode Enduro Pro membuat respon mesin lebih spontan untuk berkendara di tanah, ini ditujukan untuk pengendara yang lebih ‘liar’.

Pada mode ini ABS hanya akan berkerja di roda depan saja dan traction control akan sedikit melepas roda belakang sehingga memungkinkan power slide. Penerus daya dari mesin menuju roda belakang tidak memakai rantai, tapi menggunakan shaft drive atau kopel.

Efeknya, bukaan gas lebih responsif karena rigid tidak ada toleransi seperti rantai. Keuntungan lainnya shaft drive punya masa servis yang sangat panjang dan minim perawatan.

Konsumsi Bahan Bakar

Dipakai melintasi berbagai kondisi perjalanan dengan bahan bakar oktan 95 tercatat motor ini menghabiskan bensin 5,8 L/100 km atau 17,2 km/l. Kalau tangki diisi full tank 30 liter, bisa jalan-jalan 500 km lebih nih!

Test Ride  BMW R 1200 GS Adventure
 

Data Spesifikasi
Bore x stroke: 101 mm x 73 mm
Kapaitas mesin: 1,170 cc
Tenaga maksimum: 125 dk @ 7,750 rpm
Torsi maksimum: 125 Nm @ 6,500 rpm
Perbandingan kompresi: 12.5 : 1
Transmisi: 6 percepatan dengan helical gear teeth
Drive: Shaft drive    
Suspensi depan: BMW Motorrad Telelever; stanchion diameter 37 mm, central spring strut.
Suspensi belakang: Cast aluminium single-sided swing arm with BMW Motorrad Paralever; WAD strut (travel-related damping), spring pre-load hydraulically adjustable (continuously variable) at handwheel, rebound damping adjustable at handwheel
Suspension travel front / rear: 210 mm / 220 mm
Castor: 92,7 mm
Steering head angle:  65,5°
Wheels: Cross spoke wheels
Pelek depan: 3,00 x 19″
Pelek belakang: 4,50 x 17″
Ban depan: 120/70-19
Ban belakang: 170/60-17
Rem depan: Dual disc brake, floating brake discs, diameter 305 mm, 4-piston radial calipers
Rem belakang: Single disc brake, diameter 276 mm, double-piston floating caliper
ABS: BMW Motorrad Integral ABS (part-integral), can be switched off
Dimensions     
Panjang: 2.255 mm
Lebar (incl. mirrors):     980 mm
Tinggi (excl. mirrors):     1.450 mm
Wheelbase: 1.510 mm
Tinggi jok, tanpa muatan: 890 / 910 mm
Bobot basah: 260 kg
Tanki bahan bakar: 30 liter
Tangki cadangan: 4 liter

Reporter : otomotifnet
Editor : Dimas Pradopo

Tags :

#bmw motorrad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×