Spesifikasi dan Fitur Yamaha Aerox 155 VVA dan Honda Vario 150 eSP, Pilih Fitur Atau Harga

  • Minggu, 11 Desember 2016 09:22 WIB

Komparasi Honda Vario 150 & Yamaha Aerox 155 VVA | Tyo-Rizky/otomotifnet.com

Selama ini Vario 150 eSP melenggang sendirian di kelasnya, nah sekarang ada Aerox 155 yang dibekali beragam fitur unggulan

Jakarta - Honda Vario 150 eSP kedatangan penantang baru di kelas skutik 150 cc yaitu Yamaha Aerox 155 VVA. Yamaha Aerox sebelumnya sudah diperkenalkan namun masih menggunakan mesin berkapasitas 125 cc.

Nah di event Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 awal November silam muncul Yamaha Aerox 155 VVA yang dibekali beragam fitur terkini. Yuk lihat ulasan komparasi spesifikasi dan fitur dari kedua motor ini!• (Fariz / otomotifnet.com)

Mesin
Dari segi isi silinder ternyata Aerox 155 punya kapasitas yang lebih besar yaitu 155,1 cc, sedang Vario hanya 149,3 cc. Ini karena Aerox punya bore x stroke 58 mm x 58,7 mm. Sedang Vario 57,3 mm x 57,9 mm.

Klaim pabrikan soal tenaga yang dihasilkan Aerox mencapai 14,7 dk di 8.000 rpm, sedang Vario 12,5 dk pada 8.500 rpm. Sementara torsi maksimal Aerox 13,8 Nm di 6.250 rpm, Vario hanya 12,8 Nm di 5.000 rpm.

Selisih tenaga yang cukup signifikan itu bisa karena perbedaan teknologi di kepala silinder. Vario hanya 2 klep dengan single over head camshaft (SOHC). Sedang Aerox meskipun sama SOHC, tapi punya 4 klep, 2 masuk dan 2 buang. Juga ada VVA dimana pada putaran bawah sampai 6.000 rpm klep in pakai kem berprofil rendah, sedang di atas itu pakai tinggi.

Meski begitu Vario punya bobot lebih ringan hanya 109 kg saja, sedangkan Aerox mencapai 118 kg. Namun pengukurannya berbeda karena Vario berat kosong, sedangkan Aerox berat isi. Bagaimana kalau sama–sama diukur kondisi kosong? Hmmm mungkin gak beda jauh?

Sayang belum ada data yang dirilis dari masing-masing pabrikan. Jadi penasaran dengan akselerasi dan top speed-nya keduanya ya? Tunggu setelah Aerox 155 VVA dites ya!

Fitur
Vario dibekali berbagai fitur unggulan seperti ACG Starter, yang membuat starter mesin sangat halus karena tidak ada dinamo konvensional, lalu ada ISS (Idling Stop System) yang mematikan mesin ketika berhenti 3 detik, agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Bukan berarti Aerox tidak memiliki fitur tersebut, mirip ACG, Yamaha menamakannya Smart Motor Generator (SMG). Lalu ada juga SSS (Stop & Start System) sama dengan fitur ISS pada Vario, bedanya di Aerox ada 2 opsi kapan mesin mati.

Pertama jika jalan santai lalu berhenti 5 detik. Kedua, akan langsung mati jika berhenti mendadak setelah ngebut.

Lalu Aerox memiliki Smart Key System, sistem kunci canggih tanpa anak kunci (Keyless). Fitur ini membuat berkendara semakin praktis dan aman karena disematkan fitur Immobilizer, dan ada Answer Back System (ABS) untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor. Di kunci Vario cuma ada ABS.

Spidometer Aerox sudah LCD layaknya smartphone dengan lebar 5,8 inci, selain keren tampilannya juga mudah dipantau. Isinya sangat lengkap menampilkan VVA indikator yang menunjukkan jika VVA telah bekerja, lalu odometer, tripmeter, average fuel consumption, real time fuel consumption, digital clock dan rpm meter. Ada juga V-belt trip yang berfungsi menunjukan jarak pemakaian V-belt CVT.

Milik Vario mengkombinasikan analog sebagai penunjuk kecepatan, dan digital untuk fuelmeter dan odometer. Aerox juga dibekali dengan DC Output 12V/1A berguna sekali di era smartphone saat ini, adanya di konsol bawah setang.

Bagasi Vario berkapasitas 18 liter, sedang Aerox 25 liter, ini karena tangki serta mulut bahan bakarnya berada di tengah sehingga tidak memakan ruang di bawah jok.

Dari segi kaki–kaki, Aerox dibekali ban yang sangat lebar di kelasnya, berukuran 110/80-14 di depan dan belakang 140/70-14. Sedang Vario hanya 80/90-14 dan 90/90-14, dan belakang ditopang suspensi tunggal, Aerox menggunakan suspensi ganda bahkan ada yang dilengkapi tabung untuk yang R Version.

Pengereman Aerox sudah disematkan fitur keamanan ABS di roda depannya saja, karena belakangnya tetap menggunakan teromol. Sedangkan Vario memakai sistem Combi Brake System (CBS), membuat pengendara cukup menekan handel rem belakang maka kedua rem akan bekerja.

Harga
Jika Honda Vario 150 kini dijual pada kisaran Rp 21,4 juta on the road Jakarta, Aerox 155 versi paling tinggi, Aerox 155 VVA–S Version dipastikan hanya terpaut sedikit di bawah Yamaha NMAX versi ABS. Wah bisa mencapai Rp 27 jutaan nih! Sedang harga resminya baru akan diumumkan bulan Desember mendatang.

Reporter : otomotifnet
Editor : Dimas Pradopo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×