Apa Jadinya Kalau VVA All New Yamaha R15 Dilepas? OTOMOTIF Jawab Pakai Dyno!

  • Kamis, 16 Maret 2017 20:15 WIB

Test Dyno All New Yamaha R15, Dicoba Dengan VVA Mati, Apa Jadinya? | Eko Siwi

Jakarta - Salah satu terobosan Yamaha pada All New Yamaha R15 adalah disematkannya teknologi VVA (Variable Valve Actuation). Nah, yang jadi pertanyaan adalah, apa jadinya kalau VVA ini dinonaktifkan?

Sebelumnya, sedikit kilas balik, VVA adalah sebuah mekanisme yang memungkinkan klep masuk punya durasi dan lift yang berbeda antara putaran bawah dan atas. Khusus untuk menggerakan klep in, ada dua lobe camshaft atau kem yang bekerja secara variable atau bergantian.

Mekanisme ini secara konsep seperti pada mobil, ada teknologi VTEC, VVI dan lain sebagainya. Pada motor, persis yang dipakai di Yamaha NMAX.

Yamaha menyeting sampai 7.400 rpm pakai lobe kem yang rendah, di atasnya pakai yang tinggi. Tenaganya jadi seperti ngisi terus, bawahnya ada tapi atasnya disambung pakai lobe kem kedua, jadi terus bertenaga

Lalu bagaimana jika VVA tidak bekerja?

OTOMOTIF iseng melepas soket VVA yang ada di cylinder head, tujuannya agar VVA tidak bekerja, jadi profil kem klep masuk hanya pakai yang rendah.

Sebelumnya, OTOMOTIF sudah menjajal performa All New Yamaha R15 di atas dynometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jaktim tenaga maksimalnya mencapai 16,33 dk di 10.200 rpm dan torsi 12,58 Nm di 7.300 rpm.

Dari grafik yang tersaji juga sangat menarik jika melihat torsinya, terlihat flat dari 4.000 rpm saat gas mulai dibuka sampai 9.500 rpm dan baru perlahan turun. Pantas jika dari bawah tarikannya terasa ngisi terus.

Uniknya tepat di 7.400 rpm, di grafik terlihat ada semacam cekungan, yang tentu saja itu efek ketika VVA bekerja, memindah profil kem klep in dari yang rendah ke tinggi.

Test Dyno On Wheel All New Yamaha R15 tanpa VVA aktif
Test Dyno On Wheel All New Yamaha R15 dengan dan tanpa VVA

Dan setelah VVA tidak bekerja, ternyata efeknya sangat signifikan! Pertama lampu check engine menyala, hehee...

Reporter : Antonius Yuliyanto
Editor : Dimas Pradopo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×