Agar Tidak Kehilangan Garansi, Pemilik Moge Ducati Wajib Perhatikan Hal Ini

  • Rabu, 14 Desember 2016 07:19 WIB

Ducati Indonesia Flagship Store | Luthfi Anshori

Jakarta - Punya moge macam Ducati memang nggak bisa sembarangan. Perlu perhatian serius dan perlakuan khusus dari para owners-nya supaya motornya tetap dalam keadaan prima dan dalam jaminan pabrikan. Nah, untuk kondisi yang disebut kedua, kiranya perlu menjadi perhatian bagi bikers Ducati agar garansi produknya tidak gugur secara sia-sia. 

Dhany Yahya, Managing Director Ducati Indonesia, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan warranty (garansi) gugur. Pertama adalah penggunaan bahan bakar yang tidak tepat. Dengan kompresi mesin yang tinggi, tentu tidak direkomendasikan bagi pemilik Ducati untuk memberi minum tunggangannya dengan bahan bakar oktan rendah, misalnya Premium yang memiliki Research Octane Number (RON) 88.

Maka spesifikasi bahan bakar yang disarankan lebih tinggi dari itu, bisa menggunakan Pertamax Plus yang beroktan 95 atau Pertamax Turbo dengan oktan 98. "Aturannya tidak boleh menggunakan bahan bakar yang bisa membuat kerak," buka Dhany.

Kedua adalah penggunaan barang elektronik aftermarket. "Seperti penggunaan piggyback atau dalam tahap ekstrim, bore-up mesin, misalnya, itu sudah masuk dalam ranah modifikasi, dan bisa membuat gugur garansi," lanjut Dhany.

Ketiga adalah pemilihan oli. "Soal oli, rekomendasi pabrikan adalah Shell Advance SAE 15W-50 full synthetic," sambung Rahadi Wibowo, Workshop Manager Ducati Indonesia. Salah menggunakan oli tentunya bisa berdampak buruk pada mesin. Dan kerusakan mesin oleh pemilik tentunya bisa menggugurkan garansi.

Selain memperhatikan ketiga hal tersebut, para pemilik motor Ducati juga wajib melakukan perawatan berkala terhadap tunggangannya. Kalau di Indonesia, interval service pertama ada di 1.000 km. Selanjutnya, service dilakukan kembali saat indikator jarak tempuh berada di angka 4.000 km.

Nah, melihat fakta bahwa perlu waktu bertahun-tahun bagi moge untuk mencapai kilometer tersebut, karena penggunaannya yang tidak setiap hari, maka bisa jadi dalam waktu setahun tidak ada jadwal service sama sekali. "Tetapi jika selama satu tahun tidak di service, minimal olinya diganti," pungkas Dhany.(Otomotifnet.com)

Reporter : Luthfi Anshori
Editor : Dimas Pradopo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×