Sabtu,18 Maret 2017 14:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Ini Bedanya Nyupir di Eropa dan Jakarta

  • Foto: sano/otomotifnet

    OTOTRAVELING Lisbon Mengemudi Ideal Di 8°C

  • Foto: sano/otomotifnet

    Hutan Cabo de Roca dilewati sambil dilibati kabut, terasa seperti surga!

  • Foto: sano/otomotifnet

    Ponte 25 de Abril jadi salah satu jembatan gantung terpanjang di Eropa, sering disamakan dengan Golden Gate Bridge di San Fransisco

  • Foto: sano/otomotifnet

    Selain trem modern, Portugal jadi satu-satunya negara di Eropa yang masih mengoperasikan trem tradisional seperti di gambar ini

  • Foto: sano/otomotifnet

    Selain trem modern, Portugal jadi satu-satunya negara di Eropa yang masih mengoperasikan trem tradisional seperti di gambar

  • Foto: sano/otomotifnet

    Museu de Marinha yang berisi sejarah maritim Portugal, punya tampilan gedung yang sangat megah

  • Foto: sano/otomotifnet

    Melihat kota tua Lisbon dari lift setinggi 45 m Santa Justa

  • Foto: sano/otomotifnet

    Taman Eduardo VII ini punya pemandangan yang sangat luas ke bawah, bahkan laut pun terlihat di ujung

Lisbon - Saat memenuhi undangan PT Kia Motors Indonesia untuk mencoba All New Kia Rio, OTOMOTIF langsung berangkat. Selain karena mobil, juga lokasi dan iklim yang berbeda dengan Indonesia. Jelas jadi pengalaman tersendiri. Ada banyak beda ternyata.

Kali ini, kami harus terbang sejauh 16 ribu km dan 18 jam sebelum menjajalnya. Ya, ke negara dengan moto “Esta é a Ditosa Pátria Minha Amada” atau “Ini adalah air tercinta dan penuh kebahagiaanku.” Menunjukkan kalau itu adalah Portugal.

Ada yang beda saat mengemudikan mobil ketika suhu maksimal ada di bawah 15°C. Ketika berpindah-pindah dari Sintra, Alcabideche dan Calcais menggunakan taksi, mematikan AC memang jadi solusi termudah.

Disini kami mengerti kalau mobil Eropa butuh fitur heater. Untungnya, Kia Rio 1.0 T-GDI dan 1.4 CRDi yang kami coba memiliki solusi lebih ideal.

Agar tidak pengap, auto climate control diatur ke 23°C, kemudian heated seat pengemudi dinyalakan hingga level 3, juga heated steering wheel dinyalakan.

Dingin di luar, adem di dalam, hangat di badan, perfect memang fitur yang disuguhkan hatchback kompak Korea Selatan ini!

Rute Long Loop sepanjang 32 km kami pilih. Dari Penha Longa Resort, diarahkan ke Circuito de Estoril.

Sayang, kami tidak diberikan kesempatan mengitari sirkuit yang dibangun pada 1972 dan menjadi monumen kemenangan Niki Lauda di kejuaraan 1984 dan juara perdana Ayrton Senna di F1 pada 1985 tersebut.

Selain itu, pemandangan yang tidak pernah kami temui di Jakarta, adalah ketika melewati hutan di Cabo Da Roca ketika kabut turun hingga memenuhi tiap sudut pandang.

Kurang lebih rute meliuk sepanjang 5,7 km harus dilewati dengan sangat hati-hati karena kabut di sekitar pepohonan yang tinggi. 

Berkendara di Eropa sangat mungkin mematikan fitur AC, kalau di Jakarta sih, AC harus paling dingin. Sano/otomotifnet.com

EDITOR

toncil

Top