Gerbang Tol Salatiga Resmi Dibuka, Jalan Tol Fungsional Bawen-Salatiga Siap Dilalui Pemudik

  • Senin, 19 Juni 2017 16:44 WIB

Gerbang tol Salatiga sudah dibuka. Siap untuk dilalui | F. Yosi

Jakarta - Terhitung mulai Minggu, 18 Juni 2017 pukul 00.30 WIB, Gerbang Tol (GT) Salatiga resmi dibuka.

Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Bawen-Salatiga yang dioperasikan oleh PT. Trans Marga Jateng (TMJ) sudah berlaku fungsional sementara untuk arus mudik dan balik Lebaran 2017. 

Jalan tol fungsional yang menghubungkan Kota Semarang dengan daerah di sisi selatan provinsi Jawa Tengah akan sangat membantu pengguna jalan yang akan menuju Salatiga, Solo maupun Yogyakarta.

Ali Zainal Abidin, Direktur Teknik & Operasional PT. TMJ mengatakan bahwa jalan tol yang memiliki panjang hingga 17,6 km ini sudah bisa dilalui pengguna jalan tol mulai dari arus mudik hingga arus balik Lebaran 2017.

"Pekerjaan Jalan Tol Bawen-Salatiga telah selesai tanggal 15 Juni, dan diberlakukan fungsional sementara untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini," ungkapnya.

Berbeda dengan jalur fungsional lainnya, Jalan Tol Bawen-Salatiga juga bisa dilalui pengguna jalan tol pada malam hari, hal ini karena infrastruktur jalan tol sudah siap 100% ketika digunakan pemudik.

undefined
Otomotifnet menyambangi langsung gerbang tol Salatiga, perlu diketahui setelah keluar tol Salatiga anda akan bertemu jalan Kabupaten yang cukup sempit dan ramai

Sebagai jalur fungsional sementara, pemudik yang masuk dari Bawen dan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Salatiga  tidak akan dibebankan tarif tol hingga terbitnya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan mengatur besaran tarig tol untuk setiap golongan. 

Namun, bagi yang masuk dari Semarang dan akan keluar melalui GT Salatiga, dibebankan tarif Ungaran-Bawen senilai Rp 7.500,-

Untuk arus mudik lebaran kali ini Jalan Tol Bawen-Salatiga baru bisa dilewati oleh kendaraan golongan 1 non bus, dengan mempertimbangkan exit tol yang cukup sempit dan berpotensi menimbulkan kemacetan. 

Demi mengurangi antrian kendaraan, PT TMJ memberlakukan sistem buka tutup jika antrian kendaraan di Simpang Susun (SS) Salatiga mencapai lebih dari 1 Km. 

"Kami sudah menyiapkan rekayasa sehingga penumpukan kendaraan tidak berada di satu titik.  Kalau antrian di SS Salatiga sudah lebih dari 1 km maka kendaraan akan kita keluarkan di SS Bawen, dan diberlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan yang hendak memasuki Bawen," jelas Ali.

Selain itu,  pihak TMJ  menyediakan tiga tempat istirahat (Rest Area)  yaitu di Km 22 + 200 arah Solo, dan Tempat Istirahat Sementara (TIS) di KM 49 + 300 arah Solo dan TIS di KM 37 + 600 arah Semarang. Adapun fasilitas yang disediakan di TIS yaitu mushola, toilet, SPBU, dan beberapa tenant makanan dan minuman. (Otomotifnet.com)

Reporter : Harryt MR
Editor : toncil

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×