All New Honda CR-V (Generasi-3) GENERASI TERLARIS (BAG. 1)

  • Senin, 9 November 2015 09:25 WIB

All New Honda CR-V (Generasi-3) GENERASI TERLARIS (BAG. 1) | Hardy, Dok otomotif



Jakarta
- Tertarik untuk meminang kendaraan jenis SUV? Mungkin produk dari PT Honda Prospect Motor (HPM) bisa menjadi salah satu pilihannya. Dari awal diperkenalkan pada tahun 2000 silam, Honda CR-V banyak dipilih oleh konsumen di Tanah Air.

SUV berukuran medium ini dibangun dari basis sedan sehingga memiliki feel berkendara yang stabil dan tingkat kenyamanannya boleh diadu dengan kompetitornya. Hingga kini CR-V sudah mempunyai 4 generasi di Indonesia.

Dan jika kita melihat populasi SUV tersebut dijalan, mendominasi CR-V gen 1 dan 2 . Artinya mobil tersebut sangat diterima oleh masyarakat. Di generasi ketiga ini terdapat 2 pilihan mesin, yaitu mesin berkapasitas 2.000 cc (R20A I4) dan 2.400 cc (K24Z I4).

Mesin tersebut merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Mesin 2.000 cc-nya mempunyai output tenaga 150 dk dan 2.400 cc dibekali tenaga 166 dk.
Ingin tahu lebih jauh tentang Honda CR-V generasi ketiga ini, simak pembahasan berikut ini. • (otomotifnet.com)



SEJARAH DAN TIPE


Pemilihan oli sebaiknya mengikuti spesifikasi pabrikan. Untuk kendaraan yang jarak tempuhnya masih di bawah 100.000 km, sebaiknya menggunakan oli viskositas SAE 5W-30 full sintetis. Jika sudah di atas 100.000 km sebaiknya pilih oli SAE 10W-40, tapi kondisi ini bukan patokan baku.

"Angka ini tidak mutlak, pada akhirnya balik lagi pada kondisi mesin masih sehat atau tidak jika mau menggunakan oli encer," sebut Arifin, bos Waroeng Oli di Pasar Mobil Kemayoran, Jakpus. Busi juga bagian yang perlu dirawat. Walaupun busi bawaan pabrik telah menggunakan laser iridium keluaran NGK.

Tetap bisa rusak sebelum waktunya. "Penyebabnya jika keseringan menggunakan bahan bakar bersubsidi," kata Rudy Sucipto, pemilik Lestari Motor Bintaro, Jaksel. Jika busi rusak karena faktor tadi biasanya kendaraan tidak mau dikebut, top speed hanya 120 kpj atau sangat lambat jika mau diatas kecepatan tersebut.

Solusinya memang mudah tinggal ganti 4 buah busi dengan yang baru. Masalahnya terletak di harga yang fantastis busi tersebut. Bisa Rp 900 ribu perset. Pada kondisi normal daya tahan busi ini bisa mencapai 80.000 km.

Saringan udara wajib dicek secara berkala. Minimal setiap melakukan penggantian oli. "Jangan sungkan mengingatkan mekanik untuk mengecek saringan udara, bersihkan jika masih bisa dan langsung ganti jika memang harus. Biasa setiap 20.000 km perlu diganti agar penyaringan tetap prima," Purbayaka Sutanta, tuner Bening Motor di kawasan Jatibening, Bekasi.

Penggantian saringan udara mudah dilakukan sendiri kok tanpa perlu tools khusus. Harganya juga masih reasonable Rp 150 ribu •



PERAWATAN

Sampai saat ini, kurang lebih sudah 15 tahun Honda CR-V jadi salah satu pilihan kendaraan SUV di Tanah Air. Pada tahun 2000-2002 Honda CR-V generasi pertama diproduksi di Indonesia dengan kode bodi RD1-RD3.

Tersedia hanya 1 model dengan mesin berkapasitas 2.000 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 126 dk dan torsi maksimal 180 Nm. Terdapat 2 macam pilihan penggerak roda, yakni 2WD dan 4WD. Sayangnya untuk generasi pertama, mesin belum mengadopsi teknologi VTEC.

Pada 2002-2006, Honda kembali memproduksi model yang benar-benar baru. Pada Generasi ke-2 ini, Sepintas desain wajah mengacuh kepada Civic generasi ketujuh. Untuk mesin masih berkapasitas 2.000 cc, namun sudah dibekali teknologi i-VTEC.

Dari penyempurnaan pada mesin mengakibatkan CR-V gen-2 konsumsi BBM irit. Pada tahun 2005, Honda kembali memproduksi model facelift. Pada versi tersebut sudah tersedia mesin berkapasitas 2.400 cc.

Setelah CR-V generasi 2 berumur kurang-lebih 4 tahun, HPM (Honda Prospect Motor) meluncurkan generasi ke-3 pada tahun 2007. Pada generasi itu dapat dilihat usaha Honda untuk selalu memperbaiki desain dan kemajuan teknologi.

Terlihat dari bentuk bodi yang semakin membulat dan gagah. Konsep CR-V pada generasi ini meski berstatus SUV (Sport Utility Vehicle), namun punya basis sedan. Artinya, meskipun ground clearance bodi tinggi tapi kenyamanan bisa dirasakan. Mobil tersebut seharusnya memiliki 2 macam tipe penggerak roda 2WD dan 4WD, namun dibeberapa Negara varian 4WD tidak tersedia.

Terdapat 3 varian tipe, yakni All New CR-V 2.0 i-VTEC M/T, All New CR-V 2.0 i-VTEC A/T dan All New CR-V 2.4 i-VTEC A/T. Ditahun 2010, terjadi penambahan model baru dengan varian facelift.

Kemudian tahun 2013 tepatnya bulan September HPM kembali menghadirkan CR-V generasi keempatnya. Terdapat 4 varian, masing-masing 2.0 M/T, 2.0 A/T, 2.4 A/T dan 2.4 Prestige. Pada generasi ke-empat ini, Honda sukses dalam merevisi generasi sebelum-sebelumnya. Pada generasi tersebut, bentuk bodi semakin ‘bongsor' agar menciptakan ruang yang lapang pada kabin.

Paling akhir tepatnya 2015 lalu, HPM kembali meluncurkan model facelift dari generasi ke 4 SUV ini. Perbedaannya terdapat pada penambahan beragam fitur terbaru dengan teknologi paling canggih, salah satunya Nanoe Technology yang mampu membuat kondisi kabin menjadi lebih bersih. Oiya, untuk tipe Prestige sudah dilengkapi sunroof. •


Reporter : pewete pewete
Editor : fauzi

Tags :

#Umum

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×