Tips Libur Lebaran, Pemeriksaan Kaki-Kaki Mobil

  • Senin, 19 Juni 2017 15:00 WIB

Untuk mengetahui gejala awal, cek kaki-kaki bisa dilakukan sendiri | Dok.Otomotifnet

Jakarta-Mau nyaman dan aman berkendara saat liburan panjang nanti? 

Jangan remehkan delapan hal yang adanya di bagian kaki-kaki mobil. Karena salah satu saja bermasalah, akan mengganggu kenyamanan perjalanan bersama keluarga.

Urusan cek and ricek bagian kaki-kaki tersebut enggak harus langsung bawa ke bengkel. 

Asal tahu part yang harus dicek dan ricek, bisa langsung deteksi dini atas kerusakan yang terjadi.

Alat yang harus disiapkan juga enggak bikin pusing kepala. Pengecekan bagian kaki-kaki, cukup siapkan dongkrak dan kunci ban saja.

Selanjutnya cukup LPR yang pasti bukan kepanjangan dari lapar. Tapi lihat, pegang dan raba. Nih dia bagian yang di LPR. 

Sokbreker 
Enggak perlu sampai bongkar pasang untuk melakukan pengecekan pada part peredam kejut ini. 

Cukup dongkrak, lalu lepas roda dan lihat fisik dari sokbreker.

Perhatikan secara seksama bagian tabung. 

Bila terdapat rembesan oli, maka sokbreker dalam kondisi bocor.

Dalam kondisi performa sokbreker yang sudah mengalami penurunan, juga bisa dideteksi dari bantingan saat berbelok. 

Bila terasa lebih keras dibandingkan saat masih baru, maka segera lakukan pengecekan lebih seksama.

undefined
Cermati bantingan dan potensi rembesan oli

Karet Support Absorber 
Buka kap mesin kendaraan dan kemudian tengok dudukan sokbreker bagian atas. 

Pada bagian ini, ada perangkat yang dinamai support absorber.

Kalau bagian ini masih bagus, maka enggak terlihat jarak mainnya alias rapat. 

Tapi kalau sudah bermasalah, maka akan terlihat renggang. Selain itu juga bikin timbulnya bunyi ‘gluduk-gluduk’.

Bunyi-bunyian itu muncul, ketika kendaraan diajak berjalan di kondisi jalan yang enggak rata. 

Solusinya, penggantian suku cadang yang rusak itu.

undefined
Posisinya terlihat jelas di sisi kiri maupun kanan bawah kap mesin

Karet Boot As Roda
Di dalam karet part ini terdapat grease atau gemuk untuk melumasi kepala as roda. 

Kalau sampai enggak ada gemuk di dalam boot, maka akan cepat merusak as roda.

Tapi gemuk di dalam karet boot bisa mengering, akibat dari kebocoran di part tersebut. 

Maka dari itu, mau robeknya sedikit atau besar enggak ada alasan lain selain mengganti karet boot.

Cara deteksi kebocorannya, cukup melihat kondisi karetnya.

Bilamana ada grease yang menempel di sekitarnya, dipastikan part tersebut bocor.

undefined
Karet boot as roda jangan sampai kering atau malah bocor

Ban
Daya cengkram ban akan berkurang, ketika pemakaiannya sudah melewati Tread Wear Indicator. 

Apa dan dimana TWI berada? 

Sama dengan ban, TWI juga berbahan karet dan adanya di antara tapak ban.

Ketika ketebalan tapak ban sudah rata dengan TWI, maka itu yang dibilang sudah mencapai batas aman pemakaian. 

Oleh karena alasan keamanan pemakaian, maka ban sebaiknya diganti.

Selain itu dari kondisi ban juga bisa dideteksi masalah yang terjadi. 

Contohnya ban yang makan sebelah atau biasa disebut macul, itu ada kaitannya dengan masalah di bagian suspensi.

undefined
Cermati kondisi tapak, potensinya gundul sebelah karena suspensi rusak

Rem 
Bagian depan yang pakai disc brake, lihat langsung ketebalan kampasnya pada kaliper. 

Indikasi mudahnya, kalau mulai terdengar bunyi mendecit ketika pedal rem diinjak. 

Jangan pakai banyak alasan untuk urusan penggantian kampas rem. 

Begitu terlihat sudah tipis, langsung lakukan penggantian. 

Hal yang sama tentunya juga berlaku pada rem bagian belakang yang banyak menggunakan teromol.

Ganti kampas rem, bisa pilih orisinal bawaan pabrik atau produk aftermarket yang sepadan. 

Oh iya, urusan sistem pengereman jangan sampai lupa untuk meraba bagian cakram. 

Kalau sudah terasa bergelombang atau ada baret, segera lakukan penggantian atau kalau masih belum parah lakukan perbaikan.

Saat melakukan pengereman terasa ada getaran dan itu jadi tanda cakram bermasah.

undefined
Kondisi piringan bisa diraba

Bushing
Komponen yang satu ini letaknya ada di beberapa tempat, seperti stabilizer dan swing arm. 

Oleh karena letaknya yang kadang tersembunyi, maka pengecekan bushing enggak bisa dipegang atau diraba.

Kondisi fisik dari bushing jadi penentu kerusakan. 

Selain kondisi yang rusak, retakan pada karetnya juga bisa jadi indikasi untuk melakukan penggantian.

undefined
Bushing, kecil dimensinya tapi kalau sudah rusak maka besar dampaknya

Ball Joint 
Dongkrak ban sampai menggantung, lalu pegang ban dengan kedua tangan. 

Posisinya di arah jam 3 dan 9, lalu goyang-goyangkan.

Setelah itu ganti posisi tangan, kali ini ada di jam 11 dan 5.

Perlakukan selanjutnya sama dengan sebelumnya, yakni ban digoyang-goyangkan.

Ketika melakukan pengecekan dirasa ada yang oblak, maka dipastikan ada masalah pada ball joint.

undefined
Kondisi ball joint bisa dideteksi sendiri

Tie Rod dan Long Tie Rod 
Masih dalam posisi ban depan di dongkrak, tapi meraba-raba part yang satu ini enggak bisa sendiri. 

Alias kudu cari teman saat melakukan pengecekan.

Pasalnya ada dua pengerjaan yang harus dilakukan secara bersamaan. 

Pertama adalah pegang roda pada posisi tangan di arah jam 3 dan 9, lalu goyangkan.

Di saat yang bersamaan rekan yang membantu, pegang tie rod.

Saat ban digoyangkan tie rod yang di belakang as roda terasa oblak, maka kerusakan yang terjadi pada tie rod bagian depan as roda.

Demikian juga sebaliknya, kalau tie rod depan as roda yang terasa oblak maka masalahnya ada di tie rod bagian belakang as roda.

Bagaimana dengan pengecekan pada long tie rod? 

Treatment-nya sama dengan saat melakukan pengecekan tie rod. 

undefined
Cek tie rod dan long tie rod harus dilakukan berdua

 

Reporter : erie
Editor : erie

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×