Mercedes-Benz E-Class W211: Ini Semua Hal Yang Perlu Kalian Ketahui

  • Sabtu, 18 Maret 2017 12:15 WIB

All About Mercedes-Benz E-Class W211 The Next Collector's Item? | Dok OTOMOTIF

Disukai lantaran kombinasi ciri khas lampu bulat dengan tarikan garis yang lebih modern  

Jakarta - Mercedes-Benz E-Class memang memiliki tradisi panjang sebagai sedan premium di Indonesia, mulai dari E-Class W123 ‘Tiger’, W124 ‘Boxer’ hingga W210 ‘New Eyes’.

Sebagai penerusnya, E-Class W211 dibekali semua kelebihan sebagai mobil premium, mulai kualitas bangun, teknologi dan tentunya kenyamanan. Nama besar Mercedes-Benz membuat E-Class W211 juga masih menjadi favorit bagi para penggemarnya.

Kehadirannya di pasar mobil bekas premium juga masih sangat dinanti. Salah satu alasan mengapa model W211 ini disuka adalah karena desainnya. Sepasang lampu bulatnya mengedepankan desain klasik.

“Namun tarikan garis bodinya jauh lebih modern ketimbang W210 yang masih mengotak,” terang Trey, pemilik E240 Avantgarde biru. Jika tertarik untuk meminang E-Class W211, OTOMOTIF akan memberikan informasi seputar sedan yang identik dengan empat lampu bulat ini. Mari berkenalan lebih dekat. * Tomo, Rendy/otomotifnet.com

Tipe dan Pilihan Mesin

Di Indonesia, setidaknya ada 5 tipe dan pilihan mesin Mercedes-Benz E-Class W211. Pertamaadalah E200 Kompressor yang dipersenjatai mesin 4 silinder, 1.800 cc dengan sebuah supercharger. Tenaga puncaknya ada di 184 dk.

Tipe entry level ini memang populer lantaran sempat digunakan oleh sebuah perusahaan taksi ternama. “Konsumsinya cukup irit dibanding tipe W211 lainnya dan performanya juga mumpuni karena sudah pakai supercharger. Enggak heran kini banyak dicari,” Toni dari showroom Permata Motor di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Hanya perlu diingat tenaga sebesar itu mesti mengusung bobot 1.580 kg. Sehingga, mesti pandai-pandai memeras setiap putaran mesin demi hasilkan torsi optimal, sambil menunggu supercharger menggeliat.  

E200 K hadir di Indonesia dalam trim Classic sebagai kasta terendah. Jadi harap maklum beberapa fitur seperti jok dan tilt-steering elektrik tidak hadir di sini.

Kedua adalah E240, E260 dan E280. Untuk E240 dan E260 menggunakan mesin V6 yang sama, yakni 2.600 cc. “Tapi yang E240 itu ada yang CBU dengan tipe paling mewah, Avantgarde lengkap dengan panoramic, transmisi triptonic dan sensor parkir,” tambah Roma Pasaribu dari showroom Elegant Motor di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Sementara untuk E280 sudah menggunakan mesin V6 berkapasitas 3.000 cc. “Paling mewah memang E280, lebih nyaman dan tenaganya juga lebih besar, transmisinya triptonic-nya juga sudah pakai 7G Tronic,” tambah Toni.

Meski E280 paling mewah, E-Class W211 E 320 bermesin V6, 3.200 cc pernah berseliweran di Jakarta. “Tapi unitnya jarang banget karena masih CBU dan keluaran tahun 2002 dan 2003 saja,” sahut Roma.

Tipe paling Diminati

Menurut Trey, Presiden Mercedes-Benz Car Community,  yang juga pemilik W211. “Tipe Avantgarde termasuk yang paling dicari, karena fiturnya yang lebih mewah dan harga pasarannya yang cenderung lebih stabil,” jelasnya.

Nah, tipe Avantgarde ini hanya ada di tipe E240. “Termasuk sensor parkir, warna kaca yang lebih hijau, washer head lamp, juga sunroof,” jelasnya lagi. Menurutnya, E240 Avantgarde tahun 2004, kini kisarannya antara Rp 205-225 juta tergantung kondisi.

Hal ini juga diakui oleh Rico, dari bengkel Wizzy Garage di Cinere, Depok. Bersama kakaknya, ia baru saja memelihara E240 2005 tipe Avantgarde. “Mobil kakak saya ini sudah dilengkapi sunroof dan panoramic roof, tombol engine start juga sudah di tuas transmisi,” jelas Rico yang mendapatkannya dalam kondisi sudah dimodifikasi.

Fitur-fitur kemewahan ini yang bikin harga E240 tipe Avantgarde lebih stabil. Namun, perhatikan pula soal perawatannya ya.

Perawatan

Layaknya mobil yang sudah berusia lebih dari lima tahun, perawatan menjadi perhatian yang serius. Sektor elektrikal menjadi sektor yang kerap dikeluhkan pada E-Class W211, khususnya pada Sensotronic Brake Electronic (SBC)-nya.

Gejalanya indikator ABS pada spidometer hidup. “Kalau sudah parah, remnya bisa ngeblok dan mobil tidak bisa bergerak,” ujar Irwan, mekanik dari bengkel spesialis Mercedes-Benz Auto Star di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

Sehingga, penggantian komponen SBC mutlak diperlukan. Harganya memang cukup menguras kantong. “Kalau beli baru bisa sampai Rp 15-18 juta. Biasanya pada nyari copotan, harganya berkisar Rp 7-8 juta,” tambah Irwan.

Tabel harga Spare Parts

Filter oli                         Rp     200.000
Filter udara                   Rp     385.000
Kampas rem depan       Rp 1.600.000
Kampas rem belakang   Rp 1.400.000
Tierod Outer                  Rp    750.000/pc
Tierod Inner                   Rp    750.000/pc
Long tierod                    Rp    750.000/pc

Harga Pasaran

E200 Kompressor        2008    Rp 155-165 juta
                                    2009    Rp 170-180 juta
E240                            2004    Rp 210-225 juta
                                    2008    Rp 260-265 juta
                                    2009    Rp 270-275 juta
E260                            2008    Rp 300-320 juta
                                    2009    Rp 330-350 juta
E280                            2009    Rp        450 juta

 

Reporter : otomotifnet
Editor : rio

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×