Kamis,9 Feb 2017 13:00 WIB

Penulis: billy

Campuran Air Wiper, Baik Berbusa atau Tidak?

Foto: Billy

Aplikasi windscreen wash sebaiknya pilih yang tidak menghasilkan busa

Jakarta - Polusi jalan raya, berupa debu, kotoran dan minyak, membuat air murni saja tidak cukup untuk membersihkan kaca mobil.

Alhasil banyak campuran air wiper dijual di pasaran. Ada yang efek berbusa banyak dan tidak. Adakah bedanya dan mana yang lebih baik?

Penghasil busa biasanya dipakai Natrium Chloride sebagai kandungan campuran. Chemical ini ampuh dengan bubble yang banyak namun  punya efek samping kurang baik.

Yakni merusak elastisitas karet, mengundang bercak pada kaca dan cat mobil, yakni berupa titik putih, meninggalkan endapan atau kerak pada saluran air wiper terutama nosel. 

Selain itu juga berdampak mengurangi usia wiper. "Mungkin pemilik akan terpesona dengan banyaknya busa. Padahal ada ancaman kerusakan," tutur Almus Hidayat, Sales manager PT Welty Mega Sejahtera, distributor Windscreen wash, campuran air wiper yang membersihkan kotoran hingga serangga.

Wealthy windscreen wash
Berupa konsentrat, memakai windscreen wash harus dicampur air yang perbandingannya berbeda di masing-masing merek

Almus juga menyarankan agar memperhatikan dosis campuran air wiper. Misalnya di kemasan tertera 1:100, maka sebaiknya 1 bagian konsentrat dicampur 100 air.

Di pasaran chemical, campuran air wiper berbagai merek ada yang dijual sebagai konsentrat atau premix. Harganya berkisar Rp 10 ribu-30 ribu/botol. (Otomotifnet.com)

EDITOR

rio

Top