Bikin Enteng Kopling Jip 4x4, Ringan Terus Di kaki

  • Minggu, 9 April 2017 15:30 WIB

Bikin Enteng Kopling Jip 4x4 Ringan Terus Di kaki | Rindra/Jip

Jakarta - Kaki kiri pegal, hal biasa dialami oleh pengguna jip 4x4 dengan transmisi manual. Karena, memang diciptakan untuk kerja berat. Torsi mesin besar harus disalurkan ke roda yang menanggung beban berat, makanya transfer tenaga dari mesin ke girboks harus maksimal.

“Sebenarnya, untuk off-road yang sifatnya sudah heavy duty, kopling berat paling ideal. Karena akan meminimalkan gejala kopling selip akibat beban berat. Namun, kendalanya adalah saat dipakai harian dan macet-macetan,

kalau kaki enggak terlatih, ya wasalam, hehehe,” jelas Daniel, pengguna Land Rover Series.  “Nah, jadi kendala saat booster dan master yang bertugas menekan kopling sudah tidak sempurna, atau kabel kopling sudah kesat.

"Pasti kopling akan berat ditekan dengan kaki,” tambah Ramadhan Dede, pemilik bengkel D2 Motorsport. Dengan catatan, dekrup dan kampas kopling dalam kondisi baik.

Untuk itu, kita harus memperhatikan kondisi sistem kerja kopling. “Pada kendaraan 4x4 transmisi manual. Ada tiga jenis sistem kerja kopling, yang paling sederhana kopling mekanis, lalu hidrolik dan kendaraan mesin besar sudah menggunakan booster,” ucap Anto Land, pemilik bengkel Wrought Land Metalsmith.

Tidak cuma diganti baru, sebenarnya ada beberapa tips ringan agar kopling jip 4x4 lebih ringan dari kondisi standar. Yuk, disimak… * Rindra/otomotifnt.com

Sistem Mekanis
 
Kopling yang digerakan dengan sistem mekanis atau kabel, umumnya untuk mesin kapasitas kecil. “Biasanya mesin di bawah 2.000 cc. Ambil contoh seperti Vitara atau Jimny. Dua kendaraan ini sistem koplingnya menggunakan kabel,” ucap Ramadhan Dede saat disambangi ke bengkelnya di Depok.

Karena kerja kopling mesin kecil itu lebih ringan ketimbang mesin besar, makanya cukup menggunakan mekanik. Tekanan dekrup pada kampas kopling tidak besar, jadi tidak perlu dibantu dengan hidrolik atau biasa dikenal master kopling, bahkan booster.

"Selama, kopling yang digunakan bawaan kendaraan, enggak bikin kaki pegal,” jelas Ramadhan. Saran Ramadhan, buat kendaraan 4x4 yang pengoperasian kopling masih menggunakan mekanik, cukup perhatikan kabel koplingnya saja.

“Kopling akan terasa lebih berat saat kabel kawat sudah kering, gesekan kawat di dalam selongsongnya pasti menambah beban saat menekan kopling,” ucapnya.

Ada juga tips untuk peringan kopling khusus untuk sistem kerja kopling yang masih menggunakan mekanik. Kalau mau ekstra-ringan, bisa tambahkan dengan sistem katrol pada kabel kopling. Dijamin kerja kopling jadi dua kali lebih ringan ketimbang standarnya.

“Tapi, kita harus membuat beberapa part tambahan seperti batang U dan alat katrol. Lalu sambungkan ke tuas mekanik kopling,” ucap Bei Budiono, pemilik Roemah Hobbie Debeste.

Sistem Hidrolik

Pada kendaraan 4x4 lawas, kebanyakan sistem kopling masih menggunakan hidrolik atau master kopling. “Salah satu contohnya kendaraan yang pakai kopling jenis ini adalah Land Rover Series atau Toyota FJ40,” jelas Anto Land.

“Ada dua master kopling yang bertugas menggerakan kopling, master kopling atas dan master bawah. Master kopling atas akan menekan oli saat pedal kopling diinjak, kemudian oli akan menekan master kopling bawah yang kemudian mendorong tuas kopling,” jelas Anto saat jumpa di bengkelnya di daerah Bogor.

Pastinya keringanan kopling tergantung dari kualitas hidrolik atau master kopling. “Saat karet di dalam silinder master kopling sudah getas, akan berimbas ke tekanan master kopling. Pastinya master tidak akan kerja 100% dan imbasnya pedal kopling akan berat saat ditekan,” ucap Anto.

“Kalau mau lebih ringan, bisa ganti hidrolik atau master yang lebih besar. Contohnya seperti Land Rover, master rem atas ganti dengan ukuran 5/8 dan bawah jadi 3/4 inci, lebih besar dari bawaan asli Land Rover. Ini juga bisa diterapkan pada kendaraan lain, mengganti ukuran master dengan yang lebih besar,” jelas pria berambut panjang ini.

Sistem Booster

Untuk yang lebih sempurna, sistem kerja kopling sudah dibantu dengan booster. “Kendaraan 4x4 yang sudah pakai booster, pasti akan lebih ringan ketimbang yang belum.

Karena master rem yang tadinya hanya didorong oleh tuas pedal, kini dibantu juga tekanannya dengan alat booster ini,” jelas Tandon Padmodimuljo, yang pernah menyematkan booster kopling pada tunggannya.

Cara kerja booster ini mengandalkan isapan udara dari mesin, sama seperti booster rem. “Jadi kendala saat tabung booster sudah tidak kedap udara. Ada kebocoran sedikit saja pasti akan berimbas pada kerja kopling, jadi lebih keras karena tabung vacum pada booster tidak berkerja,” jelas Anto.

“Pastikan semua hidrolik master kopling baik, kalau masih keras juga, cek jalur vacum tersumbat kotoran apa tidak. Kalau semua jalur sudah baik tapi pedal kopling masih keras, berati booster kopling sudah harus ganti baru,” ucap Anto.

Buat kendaraan off-road, pakai booster adalah jalan keluar paling ideal. Memang tidak semua kendaraan 4x4 pakai booster pada kopling. Tapi, pasang booster pada kendaraan 4x4 bukan perkara sulit.

“Karena dimensi booster untuk kopling hanya sebesar cangkir, jadi tidak sulit meletakannya. Paling kita hanya membuat dudukan saja untuk booster bertengger,” tutur Anto yang banyak mengubah sistem kopling milik Land Rover. Kopling keras khas kendaraan off-road pun bisa diminimalisir.

Reporter : otomotifnet
Editor : rio

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×