Merasakan Sensasi Halusnya Transmisi 9-Percepatan Mercedes-Benz GLC 250

  • Rabu, 2 November 2016 18:00 WIB

Transmisi 9-Percepatan Mercy GLC 250 | Sano

Jakarta - Mengikuti event Mercedes-Benz Hungry for Adventure, OTOMOTIFNET mendapat kesempatan untuk menjajal langsung salah satu SUV kompak teranyarnya, GLC 250. Yang unik, GLC sudah mengaplikasikan transmisi otomatis dengan 9-percepatan.

Ya, benar, ada 9 gigi dari transmisi otomatis yang digunakan Mercedes-Benz GLC 250 ini. Meski biasanya dipatok ada 6 atau 8, pabrikan Jerman ini memberikan tambahan rasio lebih sehingga menyebut transmisinya 9G-Tronic.

Transmisi otomatis ini menggunakan sistem hydrodynamic torque converter, hingga diklaim Mercedes-Benz sebagai transmisi 9-percepatan pertama di segmen premium. Keuntungan utamanya adalah efisiensi, yang juga diklaim dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 6,5 persen.

Namun bila itu teorinya, bagaimana rasanya ketika diaplikasikan ke GLC 250?

Masuk ke gigi 'D' via shifter di sebelah kanan setir, start dari awal terasa smooth dengan indikator di MID full TFT menunjukkan 'D1' atau artinya berada dalam kondisi otomatis di gigi 1. 

Sementara pindah ke 2, 2 ke 3 dan seterusnya selama melaju dalam mode Comfort hampir tidak terasa, begitu pula penurunan putaran mesin yang hanya berkisar sekitar 300-400 rpm karena banyaknya rasio gigi yang tersedia.

Hal yang unik adalah ketika bertemu kondisi stop and go di kemacetan, transmisinya tidak turun sampai ke gigi 1 ketika berhenti. Saat berakselerasi lagi, GLC langsung memulai dari gigi 2 yang diperlihatkan via informasi bertuliskan 'D2' di MID. 

Hal ini jelas membuat start-nya sangat halus tanpa mesin yang ada tanda struggle, seakan seamless . 

Kami juga mencoba bagaimana performa transmisi 9-percepatan ini jika dibawa agresif. Mode berkendara diubah ke Sport, lalu pedal gas diinjak lebih agresif. 

Memang tidak sehalus dan secepat DCT (Dual Clutch Transmission), namun sangat terasa cepatnya bila dibandingkan perpindahan gigi transmisi A/T 6-Speed ketika dibawa agresif.

Reporter : Fransiscus Rosano Adi Prakoso
Editor : Bagja

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×