Ferrari 488 GTB First Drive Review, Not Your Daily Supercar

Reporter : Fransiscus Rosano Adi Prakoso
Editor : Fransiscus Rosano

Girboks F1 dan Sport sebagai mode berkendara ternyaman jadi dua alasan utama 488 GTB akan jadi sahabat anda di trek, bukan sebagai komuter harian | Agus Salim/Otomotif

Jakarta - Semenjak didirikan Enzo Ferrari lebih dari setengah dekade lalu, brand eksotik Italia ini selalu kental dengan DNA balapnya, terutama pada bidang Formula 1 dan tidak terkecuali di balap lain seperti Le Mans atau Grand Prix.

Mengandung darah racing tersebut, mobil produksinya tidak pernah jauh dari kata ‘kencang’.

Secara garis besar, ‘The Prancing Horse’ yang bisa anda beli di jalanan umum dibagi menjadi dua kategori, gran tourer yang akan membuat anda merasa nyaman sekaligus bangga dalam perjalanan jauh dan satu lagi yang dapat membuat anda menjadi orang paling sombong di kala track days.

F12 Berlinetta dan California T yang pernah Otomotifnet coba termasuk yang pertama, sedang 488 GTB yang baru kami jajal tergolong ke yang selanjutnya.

Ferrari 488 GTB Salim SLM
Lekukan ekstrem dari 458 Italia lebih dikembangkan untuk alasan aerodinamika di 488 GTB

Singkatnya, 488 GTB bisa dibilang penerus 458 Italia sebagai road car Ferrari tercantik yang mengusung desain dengan lekukan ekstrem.

Make no mistake, Maranello tidak membuat kesalahan 2 kali. Memastikan tidak akan tertinggal lagi dari McLaren soal aerodinamis, 488 GTB mengambil beberapa petunjuk dari LaFerrari, seperti DRS yang otomatis menurunkan flap untuk menurunkan drag pada kecepatan tertentu.

Anyway, kami mencobanya selama setengah hari dan memastikan ini adalah Ferrari berbeda dengan jenis GT yang sudah kami coba sebelumnya.

Bagaimana impresinya? Baca terus sampai page akhir.


Sumber : OTOMOTIF

Reporter : Fransiscus Rosano Adi Prakoso
Editor : Fransiscus Rosano

Tags :

#Ferrari

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×