All New Chevrolet Captiva Test Drive Review, Satu Dekade dan Bertahan

Reporter : Fransiscus Rosano
Editor : Otomotif R4

Meski nama ‘All-New’ sebenarnya hanya facelift dari wujud yang sama dengan ketika pertama kali muncul hampir 1 dekade lalu, SUV yang mulai berumur ini makin memberi value for money yang semakin tinggi | Rianto Prasetyo

Jakarta - Di Tanah Air, Chevrolet jadi salah satu pionir SUV diesel monokok yang selain sudah mengusung mesin common rail direct injection, juga sudah disuntik Variable Geometry Turbocharger (VGT) dan intercooler dari tahun 2008 dulu.

Otomotifnet masih ingat nyamannya rasa menjajaki Captiva 2.0 VCDi di tahun 2008 silam, apalagi mayoritas di tahun itu SUV diesel hanya digandrungi kawanan ladder-frame seperti Toyota Fortuner dan Ford Everest.

Bila menginginkan SUV diesel monokok di kala itu selain Captiva, anda harus jadi ekstra kaya untuk membeli BMW X5 atau Land Rover Freelander.

Chevrolet Captiva
Bagian belakang paling menunjukkan bagian Captiva yang mulai menua, untungnya disegarkan lampu dan bumper belakang baru

Nah, kombinasi hal-hal dari Captiva di atas mudah saja membuatnya menjadi SUV ternikmat dulu, namun apa kabar 9 tahun dan 2 facelift mayor kemudian?

Hingga tahun 2017, pabrikan Amerika Serikat ini masih mempercayakan model yang sama, hanya diberkahi improvement di titik seperti fitur, desain hingga mesin. Hasilnya? Dengan harga di bawah Rp 450 juta, kami kaget masih ada APM yang sanggup memberi SUV diesel mumpuni dengan fitur sebanyak Captiva ini.

Bukan rahasia lagi, para penggila tenaga, kenyamanan, cara berkendara dan bahkan segi desain disediakan pilihan yang lebih baik dan lebih baru di luar sana, contoh kehadiran kontender Korea Selatan dengan Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento-nya.

Chevrolet Captiva
Dasbor baru sedikit menyembunyikan umur asli Captiva

Untungnya, selisih hampir Rp 100 jutaan dibanding pesaing anyar tetap membuat Captiva SUV 7-seater diesel ideal untuk keluarga.

Otomotifnet mengetes varian tengah, yaitu All New Captiva 2.0 LTZ AT FWD yang dibanderol Rp 445,5 juta on the road Jakarta. PT General Motors Indonesia juga menyediakan dua varian lainnya, yaitu All New Captiva 2.0 LS AT FWD seharga Rp 430,5 juta dan yang dengan penggerak empat roda, 2.0 LT AT AWD seharga Rp 495,5 juta.

Ikuti hingga page terakhir untuk mengetahui performa, konsumsi, kenyamanan, handling serta fitur yang diberikan All New Captiva serta data test drive terlengkap versi Otomotifnet.

Data Spesifikasi
Mesin Family Z 2.0 L VCDi Diesel 4-silinder segaris dengan DOHC, DBW, common rail direct injection, VGT (Variable Geometry Turbocharger) dan Intercooler
Kapasitas 1.998 cc
Rasio Kompresi 16,3 : 1
Layout Mesin Mesin Depan Penggerak Roda Depan
Tenaga Maksimum 161 dk @ 3.800 rpm
Torsi Maksimum 400 Nm @ 2.000 Nm
Transmisi Otomatis GM 6-percepatan dengan Tiptronic
Dimensi 4.673 mm x 1.849 mm x 1.756 mm
Wheelbase 2.707 mm
Radius Putar 5,75 m
Ground Clearance 200 mm
Sistem Kemudi Hydraulic Power Assisted Steering
Suspensi Depan MacPherson Strut dengan Coil Spring
Suspensi Belakang Independent 4-link dengan Coil Spring
Damper Rear Self Stabilizer
Rem Depan/Belakang Cakram Ventilasi / Cakram dengan ABS, EBS, PBA, ESC, HDC, HSA
Ukuran Ban Hankook Optimo 235/50 R19
Berat Kosong/Kotor  - / 1.986 kg
Kapasitas Tangki 65 liter
Harga Rp 445.500.000 on the road Jabodetabek
Chevrolet Captiva
Bagasi terlampau kecil bila jok baris ketiga dibuka, untung bisa dilipat rata hingga ke tengah
Chevrolet Captiva
Jok baris kedua bisa dilipat 60:40, baris ketiga 50:50
Chevrolet Captiva

 


Sumber : OTOMOTIF

Reporter : Fransiscus Rosano
Editor : Otomotif R4

Tags :

#Chevrolet

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×