Bedah Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki Mild Hybrid Di Ertiga

  • Kamis, 19 Januari 2017 11:30 WIB

Bedah Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki Mild Hybrid Di Ertiga | F Yosi/otomotifnet

Memanfaatkan ISG dan baterai Li-Ion tambahan, Ertiga Diesel siap jadi mobil hybrid termurah di Indonesia

Jakarta - Eits, jangan langsung mengira ini adalah hybrid yang sama dengan yang digunakan Toyota Prius atau Nissan X-Trail Hybrid. Ya, Suzuki Ertiga Diesel yang akan segera masuk ke Indonesia akan dibekali teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki atau SHVS. Apa itu?

Seperti dijelaskan Harold Donnel, 4W Head of Product Development PT Suzuki Indomobil Sales, sistem hybrid yang dimaksud tidak akan 100% elektrik. Alih-alih sebuah motor dengan output besar yang juga bisa jadi standalone engine pada mesin hybrid biasanya, SHVS akan menggunakan sebuah Integrated Starter Generator (ISG) sebagai pengganti alternator konvensional.

Singkatnya, ISG juga dapat membantu proses start mesin diesel, namun tidak dapat menggerakkan mobil sendiri tanpa atau menambah tenaga total mesin pembakaran internalnya. Selain untuk memastikan ISG bekerja, penambahan baterai lithium-ion juga mendatangkan fitur seperti Brake Energy Regeneration dan Idle Stop Start.

Dengan semua fitur di atas, mesin yang dipasangkan SHVS, termasuk mesin DDiS 200 dengan VGT pada Ertiga Diesel yang tidak lama lagi akan mengaspal, bisa disebut sistem mild hybrid. Berikut detailnya: * (Sano/otomotifnet.com)

Bedah Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki Mild Hybrid Di Ertiga
Apa Yang Didapat?

Apa Yang Didapat?

Selain ISG sebagai pengganti alternator konvensional dan baterai Li-ion berkapasitas tinggi yang berukuran kompak. SHVS juga membawa beberapa fitur tambahan pada mesin yang sebelumnya dipasangkan ke Ciaz Diesel di India ini. Yang pertama adalah Idle Stop Start, yang dapat mematikan mesin di kala berhenti, untuk menghindari bahan bakar yang terbuang percuma, kemudian kembali menyalakannya ketika hendak berjalan lagi.

Selanjutnya ada Brake Energy Regeneration, yang mengubah energi kinetik dari pengereman menjadi energi listrik, untuk disimpan di baterai Li-ion yang digunakan. Lalu Torque Assist Function, yang menjadi fungsi dari ISG ketika berakselerasi, untuk mengasistensi mesin ketika berakselerasi agar menurunkan pemakaian bahan bakar.

Terakhir adalah Gear Shift Indicator, ini adalah indikator di MID untuk menyarankan pengemudi mengganti gigi lebih efektif, yang memastikan pengendaraan lebih halus dan efisiensi bahan bakar lebih baik.

Bedah Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki Mild Hybrid Di Ertiga
Integrated Starter Generator (ISG)

Integrated Starter Generator (ISG)

ISG merupakan sebuah generator yang juga memiliki fungsi sebagai motor, mengambil tempat alternator konvensional pada beberapa mesin Suzuki, seperti K12C DualJet pada Ignis di Inggris, DDiS 200 di Ciaz dan Ertiga. Generator ini dapat menghasilkan output tinggi, sehingga dapat digunakan untuk regenerasi energi ketika berdeselarasi. Energi yang didapat disimpan dalam baterai Li-ion tambahan, yang kemudian digunakan untuk mengaktifkan Auto Stop Start dan Assist.

Tujuan utama penggunannya adalah untuk efisiensi bahan bakar, karena selalu meng-assist mesin ketika dibutuhkan. Keuntungannya dibanding penggunaan alternator konvensional, adalah restart yang terasa lebih tenang dan halus, karena menggunakan belt drive.

Bedah Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki Mild Hybrid Di Ertiga
Cara Kerja

Cara Kerja

Sistem SHVS selalu bekerja secara otomatis, tak ada tombol untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya. Dimulai ketika mesin mati oleh Auto Stop Start, menginjak pedal kopling akan otomatis menyalakan mesin via ISG dengan tenang tanpa suara, layaknya menggunakan gigi motor starter pada mesin biasa.

Ketika berakselerasi, energi listrik yang disimpan akan menggerakkan motor ISG untuk membantu laju mesin. Sementara saat melaju tenang, simpanan energi listrik akan menyuplai kebutuhan komponen elektrik mobil. Ini bertujuan mengurangi pembangkitan energi listrik, agar output mesin bisa fokus hanya untuk tenaga penggerak.

Ketika deselerasi, ISG secara otomatis akan mengkonversi energi kinetik ke elektrik, untuk mengisi ulang kedua baterai (aki konvensional dan Li-ion). Generasi tenaga ini akan meningkat ketika pedal rem diinjak. Saat deselerasi dengan kecepatan 15 km/jam ke bawah, mesin akan otomatis mati ketika tuas transmisi dipindahkan ke netral.

Reporter : otomotifnet
Editor : Dimas Pradopo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×