All About Chip Tuning, It’s All About Digital

  • Jumat, 17 Maret 2017 07:30 WIB

All About Chip Tuning It’s All Abut Digital | Rian/otomotifnet

Mudah, praktis dan strategis jadi cara terbaru untuk yang ingin upgrade performa tanpa ribet

Jakarta - Aplikasi chip tuning atau ECU tuning, belakangan ini menjadi fenomena. Dengan kehadiran tuner ternama yang menyediakan opsi chip tuning, membuat upgrade mesin jadi lebih mudah, praktis dan strategis.
 
Cukup dalam hitungan jam, pemilik sudah bisa merasakan performa mesin meningkat secara signifikan. Fenomena chip tuning sendiri dimulai dari kehadiran mobil Eropa yang menggunakan mesin turbo.

Tren ini didukung dengan tuner yang sigap men-develop tuning package, baik dari peranti software dan hardware. Berikut semua informasi seputar chip tuning. * (Tom/otomotifnet.com)

Mobil

Untuk saat ini, chip tuning umumnya tersedia untuk kendaraan asal Eropa seperti VW, BMW, Mercedes-Benz, Mini dan Audi. Untuk merek Jepang, hanya tersedia untuk sportscar dan supercar seperti Toyota 86, Mitsubishi Lancer Evolution dan Nissan GT-R.

Hal tersebut lantaran sebagian besar produsen chip tuning ini berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.  

Macam Chip Tuning
 
Chip tuning sendiri memiliki dua cara, yakni reflash ECU atau pasang tuning box. Kedua cara tersebut diklaim mampu menaikkan tenaga sekitar 10-50%, tergantung spesifikasi mesin dan kenaikkan tenaga yang diinginkan. Kenaikan tersebut didapat tanpa melakukan penggantian komponen mesin.

Reflash atau chip upgrade adalah mengganti software yang ada di dalam komputer mobil, dengan produk software aftermarket seperti Manic Motorsport, RevoTechnic, Mcchip-DKR, Alientech serta GSR, yang memiliki settingan lebih advance, sehingga mampu meningkatkan tenaga. Saat reflash umumnya melalui OBD.

Sementara cara kerja tuning box, pada dasarnya mirip ketika mengaplikasi piggyback, yakni mengintervensi sinyal dari dan ke ECU, dengan menggunakan sebuah modul. Sehingga mampu meningkatkan tenaga lebih signifikan.

Tuning box sendiri memiliki pemasangan dengan cara memotong kabel ECU, lalu disambungkan dengan kabel modul (by-pass), atau sekadar mengintervensi sinyal ke ECU tanpa memotong ECU. Kenaikan tenaganya memang bervariasi, mulai dari 10 hingga 40%, tergantung tipe dan mobil yang digunakan. Contoh mereknya seperti JB4.

Stage 1

Untuk stage 1, kenaikan tenaga berkisar antara 20-60 dk. Pada tahap ini, settingan hanya memaksimalkan potensi mesin yang ada. Pada stage 1, disarankan untuk mengganti saringan udara dan downpipe.

Hal tersebut dilakukan agar performa mesin lebih maksimal setelah melakukan reflash. Pada tahap ini, reflash dilakukan untuk memaksimalkan boost dan pasokan bahan bakar. Kenaikan boost bisa mencapai 1 bar.

Stage 2

Kenaikan tenaga lebih besar, antara 60 hingga 100 dk. Namun pada tahap ini, saringan udara, saluran pembuangan hingga downpipe, wajib dilakukan penggantian. Sementara intercooler serta piping-nya direkomendasikan untuk di-upgrade dengan dimensi lebih besar dan flow lebih lancar.

Pada tahap ini, reflash dilakukan untuk memaksimalkan boost dan pasokan bahan bakar. Kenaikan boost bisa mencapai 1 hingga 2 bar.

Stage 2+

Umumnya para tuner menawarkan opsi stage 2+. Pada tahap ini, kenaikan tenaga bisa mencapai 100 dk bahkan lebih. Penggantian intercooler, piping air charge dan discharge, diverter valve serta fuel pump sudah menjadi keharusan.

Untuk transmisi manual, peranti penyalur daya seperti pelat kopling disarankan untuk diganti, agar penyaluran tenaga bisa optimal.  

Stage 3

Pada tahap ini, biasanya sudah melakukan penggantian turbo berukuran lebih besar. Sehingga, injektor dengan kemampuan menyemprot bahan bakar lebih deras sudah menjadi keharusan.

Dengan turbo dan boost lebih besar, penggantian komponen internal mesin juga menjadi utama. Pada transmisi otomatis, juga disarankan untuk melakukan penguatan pada komponen internalnya. Hal tersebut lantaran tenaga bisa melonjak hingga di atas 300 dk.

Biaya

Biayanya bervariasi, RaceChip Ultimate berkisar Rp 8,75 juta untuk mesin bensin dan Rp 7,75 juta untuk diesel, dengan kenaikan tenaga sekitar 20%. Untuk RaceChip Pro2 Rp 4 juta untuk diesel dan Rp 7,7 juta untuk bensin dengan kenaikan tenaga sekitar 30%.

RaceChip One hanya Rp 3 juta, tapi peningkatan tenaganya hanya berkisar antara 10% hingga 15%. Sementara untuk Manic Motorsport, memiliki harga mulai dari Rp 13 jutaan untuk Mini dan Rp 16 juta untuk BMW dan Mercedes-Benz. Harga tersebut untuk stage 1 dengan kenaikan tenaga hingga 60 dk.

Untuk RevoTechnick mulai Rp 16 jutaan untuk VW Golf TSi dan Rp 17,5 juta untuk Gti MK6. Untuk Golf MK7 mencapai Rp 19 juta. Kenaikan tenaga mulai dari 50 dk hingga 60 dk. Sementara harga paket JB4 stage 1 berkisar Rp 8-9 juta. Sementara untuk stage 2 berkisar Rp 12-15 juta. Untuk stage 3 mencapai Rp 20 juta.

Untuk mobil Jepang, tersedia Cobb Tuning yang memiliki paket reflash mulai dari kisaran Rp 14 juta hingga Rp 15 jutaan. Tersedia untuk Nissan GT-R, Mitsubishi Lancer Evolution dan beberapa mobil Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz.

Kenaikan tenaga mulai dari 50 dk hingga di atas 100 dk. Harga tersebut di atas belum termasuk dyno test.

Perawatan & Garansi

Enaknya, walau ubahan di beberapa stage terbilang merepotkan, namun perawatan setelah melakukan chip tuning tidak memerlukan perlakuan khusus. ”Cukup dengan penggantian pelumas dengan jadwal seperti biasa. Pelumasnya juga masih bisa menggunakan rekomendasi pabrik. Tapi kalau mau ganti pelumas lebih berkualitas lebih baik,” ujar Rocky dari bengkel Cockpit Navigator.

Sementara untuk mobil yang sudah berusia di atas 5 tahun, seperti Mini dan VW, keluhan yang umum terjadi adalah koil, diverter valve dan fuel pump yang kerap bermasalah. Beda lagi untuk VW Golf MK5, cam follower-nya kerap bermasalah.

Hal tersebut terjadi selain lantaran usia pakai, namun juga karena perbedaan tenaga yang cukup signifikan, membuat beberapa komponen membutuhkan perhatian khusus. Soal garansi, setiap penyalur chip tuning di Indonesia memberlakukan garansi ketika terjadi kesalahan setting atau error pada ECU.

Selain itu, garansi juga didapat ketika ada kerusakan mesin yang langsung disebabkan oleh chip tuning. “Selama kerusakan atau error dikarenakan chip tuning, pasti kami tangani langsung,” terang Anthony.

Bengkel

CK MOTORSPORT (Mcchip-DKR)
Jl. Panjang No.7, Arteri Kedoya Raya, Jakarta Barat
Telp: 021-5818532

ELIKA AUTOMOTIVE PERFORMANCE (RaceChip)
Jl. Taman Sari Raya, Komplek Ruko 56 Blok B No.97, Jakarta Pusat
Telp: 0812-8767 8888

MANIC MOTORSPORT INDONESIA (Manic Motorsport & RevoTechnick)
Jl. Salemba Tengah No.66, Jakarta Pusat
Telp: 021-315 4015

COCKPIT AUTO (JB4, Alientech & GSR)
Jl. Pilar Raya No.32A, Kedoya, Jakarta Barat
Telp: 021-5835 4788

 

 

Reporter : otomotifnet
Editor : Otomotif R4

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×