Toyota Sienta vs Honda Freed: Freed Pernah Laris Manis, Kenapa Sienta Tidak?

  • Senin, 4 April 2016 16:30 WIB

Sienta vs Freed | ilustrasi

Jakarta - Dibalik rencana hadirnya Toyota Sienta di Tanah Air dengan kondisi tren yang sedang bergeser dari MPV ke SUV, menjadi pertanyaan sendiri untuk Toyota Astra Motor (TAM).

Ada misi tersendiri bagi Toyota. Sebelumnya, OTOMOTIFNET sempat membahas ini: Toyota Sienta Hanya Sebagai Pengalihan Isu!. Ya, selain pengalihan isu untuk menutupi kehadiran low MPV murah, Sienta juga dihadirkan untuk memperkuat segmen MPV dari Toyota.

Seperti kita tau, lebih dari satu dekade terakhir Toyota di Indonesia 'hanya' mengandalkan mobil berjenis MPV. Dimulai dengan warisan kejayaan Kijang, dan diteruskan Avanza sampai sekarang.

Namun kondisi saat ini berubah. Tren MPV mulai tergusur. Bahkan Avanza yang masih menjadi mobil terlaris di Tanah Air terus menurun penjualannya. Sehingga, Toyota butuh 'suplemen' baru untuk mempertahankan segmen MPV yang sangat-sangat diandalkan.

Jadi hadirnya Sienta untuk semakin menguatkan segmen MPV Toyota di Indonesia yang mulai tergerus. Secara volume memang tidak akan sebesar Avanza Xenia, tapi bukan tidak mungkin melebihi Kijang Innova.

Toh Toyota pasti sudah berkaca pada Honda Freed. Memang saat ini jualannya menyedihkan, tapi saat awal kehadirannya dulu, Honda Freed sempat terjual sampai 18 ribu unit!

Sejak masa kejayaan tahun 2013, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Honda Freed terjual mencapai 18.595 unit. Namun sejurus kemudian anjlok menjadi hanya 6.517 unit di tahun 2014. 

Terakhir sepanjang tahun 2015 lalu, dari Januari sampai November, Honda Freed baru terjual sebanyak 3.218 unit. Terus anjlok menurun.

Tolak ukur ini mungkin diharapkan Toyota pada Sienta. Kalau Honda Freed pernah laris manis, kenapa Sienta tidak? Setidaknya dalam jangka pendek untuk menyelamatkan target penjualan Toyota ditengah kelesuan ekonomi saat ini.

Baca juga: Bisa Apa Toyota Sienta? Honda Freed Saja Tidak Laku

Reporter : Bagja
Editor : Bagja

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×