Menghemat Biaya, Ini 5 Hal Yang Membuat Renault Kwid Murah

  • Rabu, 19 Oktober 2016 14:08 WIB

Meski banyak disematkan hal yang membuatnya spesial, 5 hal ini tetap memperlihatkan wujud Renault Kwid sebagai mobil murah | Fransiscus Rosano

Jakarta - Bila sebelumnya kami membahas 5 hal yang membuat Renault Kwid spesial dengan harga jual yang diusungnya, kini OTOMOTIFNET.COM akan memberi tahu dimana saja titik yang membuatnya bisa dijual dengan range harga sangat terjangkau. Seperti diketahui, PT Auto Euro Indonesia (AEI) baru saja meluncurkan crossover mungil terbarunya, Renault Kwid, dengan harga yang tergolong murah.

Namun di balik tampang crossovernya, interior sporty, ground clearance tinggi hingga head unit canggih, tetap saja beberapa cost down atau segi penghematan biaya sulit disembunyikan. Berikut 5 hal yang membuat Renault Kwid terjangkau:

1. Diameter Pelek Mungil

Renault Kwid - Rims
Diameter pelek 13 inci dan lebar yang sangat tipis

Renault Kwid memakai pelek berdiameter 13 inci dengan ban 155/80. Jenis yang digunakan adalah pelek kaleng namun diberikan cover penutup. Kami tidak masalah dengan diameternya yang cukup normal untuk kelasnya, namun lebar yang terlalu kecil membuatnya terlihat cungkring dari belakang, bahkan seperti space saver. Bahkan PCD yang digunakan cukup sulit, yaitu baut 3, tentunya akan membuat pilihan pelek aftermarket makin terbatas.

 

2. Minim Perhatian Soal Safety

Renault Kwid - Rear Seat
Tanpa ABS dan semua sabuk pengaman belakang masih 2 titik

Benar, Renault Kwid memang sudah dilengkapi oleh airbag untuk pengemudi. Namun beberapa pesaingnya sudah disematkan juga airbag di sisi penumpang depan, sedangkan Kwid harus puas tempatnya diisi oleh laci. Belum lagi, rem ABS (Anti-lock Braking System) tidak disematkan di crossover Perancis ini. Dan bagi anda yang duduk di belakang, harus puas dengan ketiga sabuk pengamannya yang masih dua titik tanpa dudukan ISOFIX.

 

3. Tidak Ada Power Window di Belakang

Renault Kwid - Rear Window
Penumpang belakang masih harus 'engkol' jendela

Penumpang belakang pun harus dikorbankan kenyamanannya karena perlu membuka jendela secara manual alias dengan sistem 'engkol'. Paling tidak, power window tersedia di depan, namun cost saving pun terlihat dengan penempatan tombolnya yang ada di fascia tengah.

Reporter : Fransiscus Rosano Adi Prakoso
Editor : Bagja

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×