Retroisnme VW Bus ‘Barndoor’ 1953, Rats Ambulance

  • Minggu, 7 Mei 2017 12:00 WIB

Retroisnme VW Bus ‘Barndoor’ 1953 Rats Ambulance | Rendy/otomotifnet

Sengaja dibuat karat, tampilan rat memang memiliki gaya hidup tersendiri 

Jakarta - Tampilan yang terkesan tak terawat ini memiliki kebanggaan tersendiri, karena terlihat sangar dan jauh dari kesan bersahabat.  Hal tersebutlah yang mendorong Anto dan Michael memiliki satu paham dalam membangun VW Bus ’Barndoor’ tahun 1953 miliknya.
 
”Konsep awalnya memadukan unsur rat rod dengan tampilan ala mainan tin toys, sehingga tampil beda dengan tampilan VW Bus lainnya,” ungkap Michael, sang eksekutor.

Sejarah pertemuan kedua maniak VW dengan sang Bus ini terhitung sangat simpel. FYI, VW Bus tahun 1953 memiliki kelas tersendiri lantaran memiliki status yang super-rare alias jarang. Ketika berhasil melihat sosok idaman, Anto tak berpikir dua kali untuk menebusnya. 

Hal pertama yang terbersit di otak Michael adalah tampilan ala ambulans. VW Bus atau biasa dipanggil Dakota ini memang akrab dipakai untuk keperluan ambulans pada zamannya.
 
”Kesan ambulans yang sudah melekat itulah yang berusaha gue tonjolin di VW Bus ini,” ujarnya. Namun karena akan dipadu dengan konsep ala tin toys, otomatis ketinggian bodi harus dipangkas, hingga semepet mungkin dengan permukaan jalan.
 
Pemangkasan ketinggian dilakukan dengan cara yang praktis. Pertama, dengan mengaplikasi sistem suspensi narrowed beam, agar roda bisa amblas di balik sepatbor.  Caranya, dengan memotong arm sebanyak 2 inci di kiri dan kanan, dampaknya, dudukan sokbreker digeser dan dibuat baru. 

Setelah itu, untuk memangkas ketinggian, posisi arm dibalik, agar posisi ban naik ke atas. ”Proses ini jauh lebih praktis dan terjangkau ketimbang menggunakan kit khusus,” terang Michael. 

Tak hanya arm-nya saja, namun pegangan baut king pin (ball joint) juga harus dibuat baru, agar dapat memegang sempurna arm-nya. Sehingga, pemakaian pelek Jerman bertampang oldskool, Der Stainer Rad 15x(4,5+5,5) inci yang dibalut ban Michelin dan Goodyear G800, terlihat pas fitment-nya di balik ruang roda. 

Sementara untuk bodi, Michael mengaku membiarkan tubuh van retro ini termakan karat dengan alami. Sehingga, membutuhkan waktu hingga 4 tahun untuk mendapatkan motif karat yang dinilai mendekati sempurna. 

Gue enggak mau hanya sekadar efek, sehingga lapisan karatnya memang lebih tebal,” tambahnya. Tak perlu repot, mobil hanya perlu disiram dua kali sehari selama 4 tahun. Selanjutnya, Michael membiarkan cuaca untuk menumbuhkan lapisan karatnya. Sementara untuk mendapatkan kesan kumuh, bodi sengaja dibiarkan penyok. 

”Waktu itu gue pernah nyerempet pintu masuk, terus penyok di pintunya, justru gue biarin karena biar terlihat lebih tak terawat,” sahutnya enteng. Sadis! * Tom/otomotifnet.com

Plus: Tampil beda dan menjadi pusat perhatian.
Minus: Kurang nyaman untuk harian

Data Modifikasi:

Bodi: Bodi karat, lampu rotater buatan dengan sirene dan lampu medis, custom tin toys look windows sticker
Interior: Jok tengah custom
Kaki-kaki
suspensi narrowed beam custom, pelek Der Stainer Rad 15x(4,5+5,5) inci, ban Michelin 145/70R15 & Goodyear G900 165/70R15, transmisi VW Type 3, custom engine mounting.

Reporter : Otomotif R4
Editor : Otomotif R4

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×