Jumat,10 Maret 2017 17:14 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi BMW 318i M40 1991, Bavarian Minded

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Modifikasi BMW 318i M40 1991 Bavarian Minded

  • Foto: Rian/otomotifnet

    BMW 318i M40 1991 Bavarian Minded

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Reindy Riupassa memang lagi getol nekunin drift dan slalom.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mesin BMW M42 kini lebih rapi lantaran telah di-wire tuck dengan menyembunyikan kabel kelistrikan di balik fender

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Custom roll bar 6 titik, custom bucket seat, dasbor karbon fiber.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Untuk slalom, Botak menggunakan Achilles 123S 195/50R15. Namun untuk drag race pakai ban Achilles ATR-K Sport 195/50R15 - 215/50R15 yang memiliki grip mumpuni lantaran semi slick

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pintu belakang dan kap mesin pakai karbon fiber untuk mengejar bobot seringan mungkin, agar lincah saat meliuk di lintasan slalom

Sempat jogrog lama di bengkel, lama-lama sekalian dibangun untuk slalom

Jakarta - Reindy Riupassa memang lagi getol nekunin drift dan slalom. Namun kali ini, Rendy pilih merek Eropa untuk diajak slalom. Mainan barunya adalah BMW 318i M40, yang dibangunnya dari nol dan enggak tanggung-tanggung!

Namun kali ini Rendy jadi Bavarian minded, karena modifikasi dan part yang diaplikasi, sebagian besar menggunakan merek asal Jerman tersebut. Dapur pacu misalnya, mesin 1.800 cc berkode M40 dinilai kurang kompetitif. Sehingga opsi engine swap pun jadi solusi.

Setelah riset, akhirnya diputuskan mesin BMW berkode M42. Meski sama-sama 1.800 cc, namun teknologinya lebih advance, misal sudah DOHC, kompresi lebih tinggi yakni 10:1 dan mengadopsi timing chain.

“Awalnya mau mesin M42 yang 1.900 cc, tapi pas cari tahu sana-sini, ternyata mesin M40 lebih enak. Selain itu, gue di slalom masuk kelas B2 dengan mesin 1.600 cc sampai 1.800 cc,” ujar pria berkepala plontos ini.

Tak dibiarkan standar, mesin di-overhaul sekaligus porting polish. Setelah itu, dipasang individual throttle bawaan mesin Toyota 4A-GE, demi mendapatkan respon tenaga yang lebih cepat.

Selain itu, kem standarnya di-custom untuk mendapatkan durasi 2600 (in) dan 2720 (ex). Girboks manual 5 percepatannya juga pakai bawaan mesin M42. Hanya saja, final gear kini menggunakan bawaan BMW 320i E36 dengan rasio 4.1:1.

“Bawaannya 4.4:1, pas dicoba ‘nafas’ mesinnya terlalu pendek. Pakai ini paling ideal,” terangnya. Hadilnya, tenaga maksimal yang mampu diraih mencapai 160 dk dan torsi 180 Nm yang terukur di mesin dyno.

Sebelum dipakai slalom, Botak iseng pakai M40-nya ini untuk turun di ajang drag race 201 meter di Bimmer’s Day lalu, dengan best time 10,0 detik. Keren ‘Tak! * (Tom/otomotifnet.com)

Data Modifikasi

Mesin: Mesin dan girboks BMW M42, porting dan polishing kepala silinder, custom kem 260 derajat (in) dan 272 derajat (ex), individual throttle custom mesin 4A-GE, custom exhaust set, wire tuck, final gear BMW 320i E36 4.1:1, engine management stand alone Haltech PS1000.

Kaki-kaki: Suspensi belakang BMW 320i E36, rem depan dan belakang BMW 320i E36, velg Rota Grid 15x8 inci ban Achilles ATR-K Sport 195/50R15 - 215/50R15 & Achilles 123S 195/50R15.

Bodi: Pintu belakang dan kap bagasi karbon fiber, pintu depan dan kap mesin custom lapis karbon fiber.

Interior: Custom roll bar 6 titik, custom bucket seat, dasbor karbon fiber.

Plus: Lincah dan lebih bertenaga untuk slalom
Minus: Masih butuh pembuktian di ajang slalom

EDITOR

rio

Top