Dengan Teknik Khusus, Audio Hyundai H1 CRDi Ini Menghasilkan Suara Yang Presisi. Bagaimana Instalasi Audionya?

  • Minggu, 9 Juli 2017 10:00 WIB

Hyundai H1 CRDi 2012 Memukau Berkat Passive Radiator | Rizky/otomotifnet

Jakarta - Nama Mega Audio yang digawangi Johny Chandra sudah sangat dikenal di kalangan penggemar SQ, terutama yang sering bermain di kompetisi. 

Maka jangan heran, selera customer-nya yang kebanyakan perfeksionis, dapat dia layani dengan baik. Termasuk Hyundai H1 2012 milik Kurniawan ini. 

Pertama mendengarkan sistem audio dengan speaker 3-way plus subwoofer ini, OTOMOTIFNET langsung terpesona dengan kejernihan nada yang dihasilkan. Lagu-lagu bernuansa akustik dari album Payung Teduh sungguh nikmat. 

Petikan gitar terdengar sangat detail, tertata rapi tinggi di atas dasbor, dengan imaging yang lebar terentang dari pilar A kiri ke kanan.

Namun, yang mengagetkan ketika mendengar nada rendah bas yang biasanya terdengar sayup dan kurang bertenaga.

Di sini terdengar jelas, bertenaga dan detail, seperti sektor midrange dan high-nya. Luar biasa.  Apa sih rahasianya? {Otomotifnet.com/Fab)
 
Passive Radiator 

Setelah menghabiskan lima lagu, rasa penasaran pun memuncak untuk melihat instalasi subwoofer di bagian belakang. Rupanya, Johny Chandra pakai konfigurasi yang cukup langka, yakni menggunakan sepasang passive radiator 12 inci pada boks subwoofer sealed berukuran 50 liternya.

Passive radiator adalah speaker tanpa magnet yang ikut bergerak secara pasif dengan subwoofer utama, yakni sebuah Scanspeak 32W berukuran 12 inci.

Sehingga passive radiator ibarat speaker tambahan, namun bergerak tanpa dorongan amplifier, melainkan gerakan subwoofer utama.

“Butuh waktu cukup lama untuk eksperimen, mencari ukuran boks serta posisi terbaik boks subwoofer,” ungkap Johny. Namun, hasilnya memang luar biasa. 
 
Komponen High End 

Kurniawan, sang pemilik Hyundai H1, memang menyukai audio high-end yang bersuara detail dan jernih. Tampak dari pemilihan komponen audio. HU misalnya, menggunakan Denon DCT 100 serta Sony RSX-GS9 hires player.

Keduanya sudah terkenal sebagai penghasil suara detail, apalagi dengan RSX-GS9 yang memainkan lagu resolusi tinggi.

Sinyal dari dua HU itu diatur oleh prosesor Alpine PXA-H800 yang merupakan prosesor terakhir keluaran pabrikan Jepang itu. 

Dari PXA-H800, sinyal langsung dibagi ke dua buah amplifier hybrid tabung buatan Musee asal Jepang. Sebuah Musee MA504 4 kanal menggerakkan tweeter Focal BE dan midrange Micro Pecision MPZ100 mkII. 

Sebuah Musee MA150.2 mendorong sepasang midbass Venture DD6.5. Semua speaker yang digunakan berkarakter suara jernih, apalagi setelah tabung pada sepasang amplifier di-upgrade.

Subwoofer yang bersuara mengagumkan itu digerakkan sebuah amplifier Mosconi Zero 4 dengan 4 kanal. Namun yang digunakan hanya 2 channel terakhir yang di-bridge menghasilkan tenaga 650 watt pada 4 ohm. 

Sistem ini memang sederhana, namun tertata baik dan didesain dengan tepat. Diikuti tuning yang pas serta waktu memadai, Hyundai H1 ini pun menuai prestasi membanggakan. 

Pada kompetisi Iasca – Pahami saat IIMS 2017 lalu, Kurniawan sukses juara 1, serta di urutan ke-5 pada Champ of Champs. Mantap!  

Subwoofer

Subwoofer Scanspeak 32W 12 inci dengan sepasang passive radiator 12 inci, pada boks khusus sealed 50 liter, menjadi rahasia reproduksi nada bas yang mengagumkan. Perhatikan dudukan khusus di bawah boksnya, yang berguna untuk membantu mengatur posisinya 

Amplifier

Sepasang amplifier, Musee MA504 dan MA150.2, serta sebuah Mosconi Zero 4, diposisikan di tengah kabin yang lebih praktis. Semuanya dibuatkan dudukan dan penutup khusus yang membuat tampilannya lebih rapi 

Head unit

Sebuah Denon DCT100 bila Kurniawan ingin mendengarkan CD, ditambah sebuah Sony RSX-GS9 untuk mendengarkan file lagu high resolution. Pasangan serasi yang diatur oleh prosesor Alpine PXA-H800 

Speaker Depan

Tweeter Focal Berilyum dan midrange MPZ100 mkII dipasang di atas dasbor, menempel pada pilar A. Setiap pintu depan diisi sebuah midbass Venture DD6.5. 

Reporter : otomotifnet.com
Editor : Otomotif R4

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×