Astra Daihatsu Ayla, Ubah Gaya Demi Tumplek Blek

  • Senin, 8 Mei 2017 08:00 WIB

Astra Daihatsu Ayla Ubah Gaya Demi Tumplek Blek | Kyn/otomotifnet

Demi meramaikan Otobursa Tumplek Blek, ketiga pemilik Daihatsu Ayla ini rela ganti gaya modifikasi biar tampil beda 

Jakarta - Datang ke Otobursa Tumplek Blek awal April lalu? Kalau ya, pasti ingat dengan Daihatsu Ayla yang ada di area modifikasi. Waktu itu ada dua Daihatsu Ayla yang sudah dimodifikasi rally style

“Tadinya saya mau ikut juga, tapi batal karena ada kerjaan yang enggak bisa ditinggalkan,” ujar Steeven Siregar, owner Ayla yang pakai pelek OZ Racing.  Nah, kedua pemilik Ayla lainnya yaitu Isa Surya Nurmuhammad dan Barry Perdana.

Kalau tadinya penampilan Ayla milik Isa simpel saja tapi tetap berkarakter reli, sekarang diperkuat dengan ban pacul dan livery Daihatsu Challenge Cup Series (DCCS), juga beberapa pernik lainnya.  Sementara Barry dari gaya reli trek gravel dengan ban pacul, sekarang jadi gaya tarmac, setelah ganti pelek dan ban, juga beberapa pernik reli lainnya. 

Kalau Steeven melakukan perubahan di interior dan pernik seperti fog lamp juga ban. Yang pasti ketiga Ayla ini cukup menarik perhatian ketika sedang melakukan pemotretan dengan OTOMOTIF. Keren! * Kyn/otomotifnet.com
 

Ayla Isa 

Isa Surya Nurmuhammad sehari-harinya memang lebih banyak berkutat dengan mobil retro seperti Toyota Corolla DX, di bengkelnya yang bernama K-Zero di kawasan Tanah Kusir, Bintaro. Di sela kesibukannya, ia masih sempat memodifikasi Ayla miliknya ini. 

Dari yang awalnya pakai pelek Potenza Rally, kemudian ganti dengan Enkei Sport Gravel 14 inci, pakai ban Dunlop Direzza ukuran 185/65R14.  Agar ban pacul enggak mentok ke sepatbor, sokbreker depan diganti Bilstein. “Belakang masih standar,” ujarnya. Lalu pria asli Bandung ini memasang mud flap custom dari bahan PU buatannya sendiri. 

Mempertegas kesan sporty seperti mobil reli, ia memasang dua fog lamp Cibie Oscar ukuran 7 inci, dengan dudukan custom dan satu fog lamp Rally Nuts di pintu bagasi.  Yang paling keren adalah Isa menambahkan livery Daihatsu Challenge Cup Series di sekujur bodinya. “Di Jepang mobilnya Sirion, saya coba ke Ayla ternyata cocok juga” bilang Isa. 

Lalu di interior, Isa mengganti jok depan dengan Recaro dan seat belt Sabelt untuk jok kanan dan seat belt Sparco untuk yang kiri. “Saya juga pasang twin master Terra Trip Rally Computer, aktif nih, hahaha,” gelaknya. Mantap! 

Ayla Barry 

“Ayla saya ini sudah tiga kali berubah. Dari tarmac, gravel, sekarang balik tarmac lagi, hahaha,” gelak Barry Perdana, sang pemilik. Jadilah pelek dan ban pacul berpindah tangan ke temannya di komunitas Rally Look Indonesia (RLI).

Barry pun kembali ke ‘selera awal’ yaitu pelek OZ Racing Neve berukuran 16x5 inci. "Soalnya saya senang banget dengan model OZ Neve ini," seru pria 36 tahun ini.  Namun karena belum menemukan ban pacul ukuran pelek ini, jadilah ban Achilles ATR K-Sport ukuran 165/50R16 jadi pilihan. 

Bagian suspensi, per depan belakang diganti Eibach milik Mercy W124, karena dudukannya pas. Lalu sokbrekernya yang depan, cukup ganti olinya supaya lebih stiff, sementara yang belakang diganti lansiran Kayaba. 

Untuk eksteriornya, Barry menambahkan add-on body kit milik Ayla X Elegant, selain itu dua buah fog lamp Hella FF500dan 2 buah Hella FF700 ditambahkan di bumper depan.

Kepalang tanggung, interior pun diubah jadi seperti mobil reli. "Sekarang ganti jok Recaro OEM Swift GT yang ada airbag, kalau setir pakai OMP deep cone," ucap pemukim di Tebet ini.
   
Ayla Steeven
 
Ayla milik Steeven Siregar ini memang tidak ikut dipajang di Otobursa Tumplek Blek lalu. Padahal ia sudah mengubah tampilannya! “Sayang enggak sempat ikutan, tapi ikut difoto buat OTOMOTIF saja ya! Hehehe,” kekeh Tipenk, sapaan akrabnya.
 
Kalau dulu cuma pakai dua fog lamp. “Sekarang pakai 4 fog lamp, dua Hella Rallye 3000 dan dua lagi Hella FF700,” ujar Tipenk. Sementara di belakang pakai fog lamp Hella Comet 450.  Nah untuk pelek, sekarang pakai OZ Racing Route ukuran 15 inci dengan ban GT Radial GTX PRO 195/55R15.

“Pelek ini saya beli dari tahun 1993, hahaha,” gelak pemukim di Tanjung Barat ini. Lebih selaras dengan mud flap Sparco warna putih.  Masuk kabin, sepasang jok Recaro LM sudah terpasang rapi. Agar senada, jok belakang di-retrim dengan bahan Recaro juga. Lalu setir Sparco Safari deep cone juga dipasang berikut reading lamp Hella.
 
Terakhir, mesin juga dimodifikasi oleh pria 38 tahun ini. Busi NGK Iridium, fiter udara Apexi, air charger custom pun dipasang untuk meningkatkan performa mesin 3 silinder bawaan. Boleh juga! 

Reporter : rio
Editor : rio

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×